TPN XIII Dibuka, Sekda Sanggau Dorong Guru Perkuat Inovasi Dan Kolaborasi Pendidikan

Sebarkan:

Penyerahan bantuan kepada siswa dalam TPN di Sanggau. SUARANUSANTARA/SK
Sanggau, Kalbar (Suara Nusantara) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib, membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII di Aula SMPN 2 Sanggau, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Aswin menegaskan bahwa TPN XIII bukan sekadar forum pertemuan para guru, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sanggau.

“TPN XIII memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di sekolah. Forum seperti ini penting karena perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui kerja sama yang berkelanjutan,” kata Aswin.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah pada masa mendatang. Karena itu, pemerintah daerah menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.

Pendidikan, kata Aswin, tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, proses pendidikan harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, integritas, kreativitas, serta kemampuan menghadapi perubahan zaman.

“Peran guru saat ini jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Guru adalah pembentuk karakter, penanam nilai-nilai moral, sekaligus teladan yang akan menentukan kualitas generasi mendatang,” ungkapnya.

Aswin menilai keberhasilan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah dan guru. Sinergi antara pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Menurutnya, lingkungan belajar harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus membuka ruang yang inklusif bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan potensinya.

“Setiap anak memiliki bakat, kemampuan, dan keunikan yang berbeda sehingga membutuhkan ruang untuk tumbuh sesuai potensinya. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka merasa dihargai, didengar, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya apresiasi terhadap setiap proses belajar dan karya yang dihasilkan peserta didik.

Menurut Aswin, apresiasi dan dukungan dari guru dapat menjadi energi positif bagi murid untuk terus berkembang. Pengabdian guru yang dilakukan dengan tulus dinilai mampu membangun kepercayaan diri, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong lahirnya generasi yang memiliki karakter kuat.

“Pengabdian yang tulus dari guru akan membangun kepercayaan diri murid, meningkatkan motivasi belajar, serta melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat dan semangat inovasi yang tinggi,” pesannya.

Aswin mengingatkan dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat serta perubahan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, sekolah dan tenaga pendidik tidak dapat terus menggunakan pola pembelajaran lama apabila ingin mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan.

“Perubahan berlangsung sangat cepat dan dunia pendidikan tidak boleh tertinggal. Guru harus menjadi garda terdepan dalam menyiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan global,” pintanya.

Ia menilai kemampuan sumber daya manusia kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan sebuah daerah. Bahkan, pembangunan kualitas manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya.

“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, tetapi membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Jika kualitas pendidikan meningkat, maka kualitas pembangunan daerah juga akan ikut meningkat,” ujarnya.

Aswin menyebut TPN XIII menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk bertukar pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan.

Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan diskusi, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah. Diperlukan keterlibatan aktif orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar tercipta ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi Sanggau yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi era disrupsi digital,” pungkas Aswin.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini