KSP Dudung Abdurachman Hadiri Pelepasan Ekspor Alumina, Kalbar Dorong Hilirisasi Bauksit Bernilai Tambah

Sebarkan:

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, menyambut kedatangan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman beserta rombongan di VIP Bandara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). SUARANUSANTARA/SK
Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan hilirisasi sumber daya alam sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam agenda pelepasan ekspor produk alumina dari Kalimantan Barat yang turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Kepala Staf Kepresidenan bersama rombongan tiba di VIP Bandara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan disambut langsung Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Jumat (7/8/2026).

Kedatangan Dudung ke Kalimantan Barat tersebut dalam rangka menghadiri agenda pelepasan kapal ekspor yang mengangkut komoditas Alumina Hydroxide dan Alumina Oxide dari Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jalan Pak Kasih Nomor 11.

Pelepasan ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebijakan hilirisasi industri mineral nasional, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah bauksit yang merupakan salah satu sumber daya alam strategis Kalimantan Barat.

Produk alumina yang diekspor merupakan hasil pengolahan komoditas bauksit. Hilirisasi ini diharapkan dapat menggeser pola pemanfaatan sumber daya alam dari sekadar mengandalkan komoditas mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam agenda tersebut, Dudung dijadwalkan melakukan pelepasan secara simbolis kapal yang membawa produk hasil hilirisasi bauksit menuju pasar ekspor.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Staf Kepresidenan bersama rombongan ke Kalimantan Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kepala Staf Kepresidenan beserta rombongan di Bumi Khatulistiwa. Pelepasan ekspor alumina ini menjadi bukti nyata bahwa Kalimantan Barat mampu berkontribusi dalam rantai pasok industri strategis nasional,” ujar Krisantus.

Menurutnya, pengembangan industri hilirisasi dan aktivitas ekspor produk alumina tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor industri dan perdagangan, tetapi juga membuka peluang investasi serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Krisantus berharap momentum tersebut dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan industri berbasis sumber daya alam di Kalimantan Barat.

“Kami berharap kehadiran Bapak Kepala Staf Kepresidenan dapat semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mendorong hilirisasi serta peningkatan nilai tambah sumber daya alam di Kalimantan Barat,” katanya.

Ia menegaskan Pemprov Kalbar siap mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif serta mempercepat pengembangan industri yang memanfaatkan potensi sumber daya alam daerah.

Dukungan tersebut diarahkan agar kekayaan alam Kalimantan Barat tidak hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi dapat diolah di dalam negeri menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar global.

“Hilirasasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, kita berharap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara berkelanjutan,” tegas Krisantus.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menilai keberhasilan hilirisasi membutuhkan dukungan lintas sektor dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat. Pengembangan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ekspor produk alumina dari Kalimantan Barat diharapkan menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat posisi daerah dalam rantai industri mineral nasional.

Selain memberikan nilai tambah terhadap komoditas bauksit, pengembangan industri hilirisasi diharapkan mampu memperbesar kontribusi sektor industri terhadap perekonomian daerah dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Bagi Kalimantan Barat, hilirisasi menjadi peluang untuk memastikan kekayaan sumber daya alam tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi perdagangan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui investasi, lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini