– Lomba Senam Borneo dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Tahun 2026 menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan perempuan Dayak sekaligus mendorong pelestarian budaya melalui kegiatan olahraga yang sehat, kreatif, dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan yang digelar Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Kalimantan Barat tersebut berlangsung di Halaman Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (13/8/2026), dan diikuti sebanyak 18 peserta.
Lomba Senam Borneo tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan Dayak untuk membangun persaudaraan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat partisipasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.
Penggunaan unsur budaya lokal dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan identitas Dayak kepada generasi muda. Pelestarian budaya dinilai tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan adat, tetapi juga dikembangkan melalui olahraga, seni, kreativitas, dan aktivitas sosial.
Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, S.H., M.H., yang juga merupakan Pembina LPD Kalimantan Barat, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan.
“Menurut saya, kegiatan ini bukan sekadar lomba senam. Ini menjadi ruang bagi kita untuk berkumpul, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga identitas dan budaya Dayak,” ujarnya.
Menurut Donata, LPD Kalimantan Barat memiliki peran penting dalam membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan Dayak untuk berkembang sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Perempuan Dayak harus memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang, baik dalam pendidikan, ekonomi, kesehatan maupun dalam menjaga lingkungan dan budaya,” katanya.
Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kepemimpinan perempuan perlu terus didorong melalui berbagai kegiatan yang positif dan produktif.
“Kita ingin perempuan tidak hanya menjadi peserta dalam pembangunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan pemimpin di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Donata menjelaskan, Lomba Senam Borneo telah menjadi salah satu agenda LPD Kalimantan Barat sejak organisasi tersebut terbentuk sekitar dua tahun lalu. Hingga 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan untuk kedua kalinya.
“Ini sudah menjadi kegiatan yang kedua sejak LPD Kalbar terbentuk. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin berkembang,” tuturnya.
Selain memperkuat kebersamaan, Donata berharap berbagai kegiatan LPD mampu melahirkan kerja sama dan program yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan maupun masyarakat secara luas.
“Kita harus terus bergandengan tangan. Mari kita perkuat kapasitas perempuan, terutama kepemimpinan, pendidikan, kesehatan dan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memastikan perempuan memperoleh perlindungan dan kesempatan yang setara untuk berkembang.
“Yang tidak kalah penting, kita harus bersama-sama menjaga martabat dan hak perempuan. Perempuan harus mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
Donata turut mengajak para tetua adat, mitra, donatur, relawan, pengurus LPD, dan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan perempuan sekaligus pelestarian budaya.
“Kita tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari para tetua adat, mitra, donatur, relawan dan seluruh masyarakat sangat penting agar kegiatan seperti ini dapat terus berjalan,” pungkasnya.
Ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui Lomba Senam Borneo tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Menurutnya, pertemuan tersebut harus menjadi awal lahirnya gagasan, kerja sama, dan program yang lebih luas.
“Saya berharap dari pertemuan ini muncul gagasan dan rencana kerja yang nyata. Kita ingin perempuan Dayak semakin berdaya, budaya tetap lestari, dan alam tetap terjaga,” harap Donata.
Sebelum perlombaan dimulai, Donata juga turut mengikuti Senam Borneo bersama para peserta. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan dan kekeluargaan tanpa membedakan usia maupun latar belakang.
Kepada seluruh peserta, Donata berpesan agar perlombaan dijadikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat persaudaraan.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetap junjung sportivitas, dan yang paling penting mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk semakin mempererat persaudaraan,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum LPDN Ir. Nyelong Inga Simon beserta jajaran Pengurus LPD Kalimantan Barat.
Melalui Lomba Senam Borneo, semangat kebersamaan perempuan Dayak diharapkan terus tumbuh dan berkembang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi sarana pemberdayaan perempuan, penguatan jejaring sosial, serta media kreatif untuk menjaga budaya dan identitas daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.[SK]
