Kabut Asap Memburuk, Pemkot Pontianak Alihkan Pembelajaran PAUD hingga SMP ke Daring

Sebarkan:

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat menyampaikan informasi terkait pengalihan proses pembelajaran. SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah antisipatif menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP untuk sementara dialihkan ke sistem pembelajaran daring.

Kebijakan tersebut diambil setelah kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan Kota Pontianak, terutama pada malam hingga pagi hari.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan alat pengukur kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara pada malam hari sempat masuk kategori kurang sehat.

“Kita sudah mulai merasakan, terutama pada malam dan pagi hari, kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak,” ujar Edi, Senin (10/8/2026).

Menurut Edi, kualitas udara pada sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada pada kategori kurang sehat. Kondisi tersebut kemudian berangsur membaik pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB dan masuk kategori sedang.

Ia menjelaskan, kondisi udara pada malam hari dipengaruhi tekanan udara yang membuat partikel asap lebih terkonsentrasi di permukaan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat edaran agar peserta didik tidak mengikuti pembelajaran tatap muka untuk sementara waktu.

“Mulai hari ini, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak dibuat surat edaran untuk siswa TK, PAUD, SD, dan SMP agar tidak belajar tatap muka di sekolah, tetapi melalui daring,” jelasnya.

Edi menegaskan, kebijakan pembelajaran daring tersebut bersifat sementara. Pemerintah kota akan terus mengevaluasi kondisi kualitas udara sebelum memutuskan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Waktunya sambil menunggu perkembangan kondisi kualitas udara membaik. Kalau sudah kategori sedang, kita akan normalkan kembali,” katanya.

Selain mengalihkan pembelajaran, Edi mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker, terutama pada malam hingga pagi hari ketika konsentrasi asap cenderung meningkat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan partikel udara.

Dari sisi kesehatan, Edi mengungkapkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pontianak mengalami peningkatan sekitar lima persen.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak diminta terus memantau perkembangan kasus ISPA untuk mengetahui sejauh mana dampak kabut asap terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Nanti kita akan cek lagi separah apa pengaruhnya terhadap penderita ISPA,” ujarnya.

Edi juga telah meminta Dinas Kesehatan, puskesmas dan rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Fasilitas kesehatan juga diminta memastikan ketersediaan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah memburuknya kualitas udara, Pemkot Pontianak juga telah menetapkan status darurat karhutla sebagai langkah memperkuat koordinasi penanganan bersama pemerintah provinsi, pemerintah pusat, Forkopimda serta instansi terkait.

Menurut Edi, penanganan dilakukan melalui dua fokus utama, yakni mencegah kebakaran lahan semakin meluas dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan kesehatan.

Ia menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat ribuan titik panas di wilayah Kalimantan Barat. Sejumlah titik api juga masih ditemukan di Kota Pontianak dan terus dilakukan pemadaman.

Beberapa lokasi yang masih menjadi perhatian antara lain kawasan Jalan Sepakat II Ujung dan sejumlah titik di wilayah Pontianak Utara.

“Ini terus kita padamkan sampai benar-benar tidak ada lagi bara di bawah,” tegasnya.

Edi menekankan bahwa pemadaman tidak cukup hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan. Petugas harus memastikan bara di bawah permukaan lahan, khususnya pada kawasan gambut, benar-benar padam agar tidak kembali menimbulkan asap.

Kabut asap yang dirasakan masyarakat Kota Pontianak tidak hanya berasal dari titik kebakaran yang berada di dalam wilayah kota.

Edi mengatakan, kebakaran lahan di sejumlah kabupaten sekitar seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara dan Landak turut berpengaruh terhadap kualitas udara di Pontianak.

Pergerakan angin membuat asap dari wilayah-wilayah tersebut dapat bergerak menuju Kota Pontianak dan memperburuk kondisi udara.

Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas wilayah agar sumber asap dapat dikendalikan secara menyeluruh.

Edi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang semakin kering.

Menurutnya, lahan gambut memiliki karakteristik yang membuat kebakaran sulit dikendalikan karena api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan.

“Lahan gambut kalau sudah terbakar sulit dipadamkan. Tidak cukup hanya disiram, tetapi harus benar-benar dibasahkan,” katanya.

Pemkot Pontianak bersama instansi terkait juga melakukan investigasi terhadap lahan-lahan yang terbakar untuk mengetahui penyebab sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab.

Jika dalam proses investigasi ditemukan unsur kesengajaan, pemilik lahan maupun pihak yang diduga melakukan pembakaran akan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kalau ketahuan siapa yang membakar, kita proses secara hukum. Kalau ada kebakaran, kita investigasi dengan melihat kepemilikan lahannya. Pemilik lahan harus bertanggung jawab, jangan dibiarkan,” pungkas Edi.

Pemkot Pontianak berharap langkah penanganan karhutla dapat segera menekan sumber asap sehingga kualitas udara kembali membaik. Sementara masyarakat diminta tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah kota.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini