– Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Program Gema Membangun Desa (GMD) yang dipusatkan di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat tersebut mendapat sambutan antusias. Ribuan warga memadati lokasi pelaksanaan GMD untuk memanfaatkan berbagai layanan publik terpadu yang disediakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa Gema Membangun Desa bukan hanya kegiatan seremonial pemerintahan, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan berjalan hingga tingkat desa, termasuk wilayah pesisir.
“Bagi saya, Gema Membangun Desa bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, melihat kondisi lapangan secara objektif, dan memastikan pembangunan benar-benar hadir hingga ke desa-desa, termasuk wilayah pesisir yang menjadi beranda Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan.
Melalui Program GMD, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan berbagai pelayanan masyarakat dalam satu lokasi. Layanan tersebut meliputi pasar murah, administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga pembayaran pajak kendaraan bermotor dan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Menurut Ria Norsan, konsep pelayanan terpadu tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat pemerintahan untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan.
Selain pelayanan publik, kegiatan GMD juga dirangkaikan dengan Gelar Pangan Murah (GPM) yang didukung Bank Kalbar serta berbagai perangkat daerah dan instansi terkait.
Gubernur menyebut program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
“Angka inflasi harus terus kita kendalikan bersama. Melalui pasar murah ini, kita berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil. Ke depan, berbagai masukan dan usulan pembangunan infrastruktur maupun penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kecamatan Teluk Batang akan kami tampung dan menjadi bagian dari prioritas penganggaran pada tahun berikutnya,” tegasnya.
Selain menghadirkan pelayanan, GMD juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat pesisir disampaikan langsung kepada Gubernur.
Ria Norsan memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan penyusunan program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke depan.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan pembangunan benar-benar dimulai dari desa, dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung dan menggali potensi daerah yang bisa dikembangkan bersama,” tambahnya.
Pelaksanaan Gelar Pangan Murah dalam rangkaian GMD mendapat respons positif dari masyarakat. Rahma, warga Desa Teluk Batang, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut, terutama di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah menghadirkan Gelar Pangan Murah di Desa Teluk Batang. Program ini sangat membantu kami,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Gema Membangun Desa di wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran berbagai layanan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mewujudkan pembangunan yang merata.
“Alhamdulillah, hari ini masyarakat dapat merasakan langsung berbagai pelayanan seperti pasar murah, administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pelayanan pajak kendaraan. Seluruh layanan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat,” kata Romi.
Ia menilai pembangunan yang berkeadilan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Momentum Gema Membangun Desa juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Mulai dari kebutuhan infrastruktur jalan, peningkatan layanan dasar, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat pesisir menjadi perhatian dalam dialog bersama pemerintah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Ria Norsan menginstruksikan perangkat daerah terkait agar melakukan kajian dan menjadikan usulan masyarakat sebagai bahan penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Camat Teluk Batang Ahmad Saufi, jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Kalimantan Barat, kepala desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta perwakilan nelayan se-Kecamatan Teluk Batang.
Melalui Program Gema Membangun Desa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, sehingga pemerataan pembangunan dapat terus diwujudkan hingga ke wilayah terdepan dan pesisir Kalimantan Barat.[SK]
