Gelar Kapasitas Daerah Dibuka, Ria Norsan Dorong UMKM Kalbar Naik Kelas

Sebarkan:

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Gelar Kapasitas Daerah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan resmi membuka Gelar Kapasitas Daerah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Galeri dan Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, membangun daerah, membuka peluang, serta menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Norsan.

Menurutnya, Gelar Kapasitas Daerah bukan sekadar ajang pameran produk unggulan, melainkan ruang untuk mempertemukan berbagai potensi, kreativitas, inovasi, serta karya masyarakat Kalimantan Barat.

Ia menilai Kalbar memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan hingga perikanan. Potensi tersebut harus dikembangkan agar tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.

“Potensi tersebut harus terus kita dorong agar tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan akses pasar yang lebih luas,” katanya.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian adalah Pekan Produk Kelautan dan Perikanan. Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Kalbar mendorong hasil perairan untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.

Norsan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat inovasi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Menurutnya, keberhasilan Gelar Kapasitas Daerah tidak semata-mata diukur dari banyaknya produk yang dipamerkan, tetapi dari dampak yang dihasilkan setelah kegiatan berlangsung.

“Ukuran keberhasilan acara ini dilihat dari terbangunnya kolaborasi baru, terbukanya pasar yang lebih luas, semakin kuatnya jejaring kerja, dan naik kelasnya para pelaku UMKM di Kalimantan Barat,” tegasnya.

Selain menampilkan produk unggulan daerah, kegiatan tersebut juga menghadirkan Pameran Kearsipan dan Fotografi Kreatif bertema Collective Memory & Urban Faces.

Norsan menilai pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan dokumentasi sejarah, pengalaman, serta dinamika kehidupan masyarakat sebagai bagian dari identitas Kalimantan Barat.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dibuka. Warga mendatangi lokasi untuk berbelanja di Pasar Murah, melihat produk unggulan daerah, menikmati berbagai olahan kelautan dan perikanan, serta menyaksikan karya kreatif yang dipamerkan.

Salah seorang pengunjung, Sutinah, mengaku senang dapat melihat langsung beragam produk dan karya masyarakat Kalimantan Barat.

“Senang sekali bisa melihat berbagai produk dan karya masyarakat Kalimantan Barat secara langsung. Kegiatannya juga menarik karena kita bisa mengenal lebih banyak potensi daerah dan produk UMKM kita, terlebih harga produk Pasar Murah benar-benar terjangkau,” ungkapnya.

Gubernur Ria Norsan juga menyempatkan diri meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan pelaku UMKM serta masyarakat. Ia memastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan usaha dan ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, Ketua Forikan sekaligus Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, mengatakan Gelar Kapasitas Daerah merupakan hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Erlina, kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi daerah, terutama sektor kelautan dan perikanan melalui penguatan hilirisasi.

“Melalui hilirisasi, hasil kekayaan laut Kalbar diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir, memperkuat daya saing UMKM, dan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Erlina juga mengajak masyarakat membangun budaya gemar mengonsumsi ikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), pemerintah daerah bersama TP-PKK, posyandu, sekolah, dan berbagai elemen masyarakat terus memberikan edukasi mengenai manfaat ikan sebagai sumber protein bergizi.

“Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem laut yang produktif, masyarakat pesisir yang sejahtera, produk perikanan yang bernilai tambah, serta keluarga yang sehat demi melahirkan generasi unggul di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Pembukaan Gelar Kapasitas Daerah ditandai dengan penekanan layar videotron oleh Gubernur Kalimantan Barat bersama jajaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan gerai arsip daerah serta berbagai produk unggulan dan karya kreatif yang dipamerkan.

Turut hadir Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, staf ahli gubernur, asisten Sekda, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, mitra kerja, pelaku UMKM, komunitas, generasi muda, budayawan, hingga penggiat seni dan fotografi.

Melalui Gelar Kapasitas Daerah, Pemprov Kalbar berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui penguatan potensi lokal, peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pemasaran, serta kolaborasi yang mendorong UMKM dan masyarakat Kalimantan Barat semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini