Peringatan yang mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dan diikuti secara serentak oleh berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari gerakan nasional pelestarian ekosistem mangrove.
Dalam sambutannya, Bupati Erlina menegaskan bahwa Kabupaten Mempawah memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 89 kilometer yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna dan Selat Karimata, Mempawah memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.
Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem laut, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan penanaman sebanyak 5.000 bibit mangrove di lahan seluas satu hektare yang berada di kawasan Mempawah Mangrove Park.
“Dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak, pada peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 ini kita menanam 5.000 bibit mangrove di kawasan Mempawah Mangrove Park sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Kabupaten Mempawah,” tegas Erlina.
Ia berharap aksi penanaman tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap upaya rehabilitasi kawasan pesisir dan pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.
Menurut Erlina, keberhasilan pelestarian mangrove akan memberikan manfaat yang luas, mulai dari perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut, peningkatan kualitas lingkungan, hingga mendukung kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir dan kelautan.
Selain menjabat sebagai Bupati Mempawah, Erlina juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo). Dalam kapasitas tersebut, ia menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan pesisir dan kelautan memiliki potensi besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Namun pemanfaatannya harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pembangunan wilayah pesisir dan optimalisasi potensi kelautan harus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap berlandaskan prinsip kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Erlina menambahkan, peringatan Hari Mangrove Sedunia hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Ia menilai keberlangsungan lingkungan yang sehat hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang.
“Mari kita jaga dan lestarikan alam demi generasi penerus yang akan datang,” ajaknya.
Puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Mempawah tidak hanya menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir yang menjadi salah satu kekayaan alam penting Kalimantan Barat.
Melalui gerakan penanaman mangrove yang terus berkelanjutan, Kabupaten Mempawah diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan kawasan pesisir yang produktif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus ekologis bagi masyarakat.[SK]
