Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, bangunan yang terbakar merupakan gedung asrama yang berada di bagian belakang kompleks pondok pesantren. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu kamar yang saat itu dalam kondisi kosong karena tengah dipersiapkan untuk renovasi.
Kobaran api yang semakin membesar membuat warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada relawan pemadam kebakaran. Tak lama berselang, puluhan personel pemadam dari berbagai organisasi dan wilayah di Kota Pontianak langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Wakil Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalimantan Barat sekaligus anggota Damkar Karet, Harif Darman, mewakili Sekretaris Forkom Damkar Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen, mengatakan koordinasi dilakukan dengan cepat begitu laporan diterima dari masyarakat.
“Mendapat laporan dari warga, kita langsung berkoordinasi dengan kawan-kawan pemadam lainnya untuk meluncur ke lokasi,” kata Harif kepada Suara Kalbar, Jumat malam.
Menurut Harif, kecepatan respons dan koordinasi antarpemadam menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran sebelum api merambat ke bangunan lain di lingkungan pondok pesantren yang memiliki jarak cukup berdekatan.
Meski demikian, proses pemadaman sempat menghadapi tantangan karena terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan pasokan air tetap tersedia selama proses pemadaman berlangsung.
“Ada puluhan pemadam, bahkan ada bantuan unit tangki dari kawan-kawan pemadam. Kalau dilihat dari lokasi memang sumber air terbatas, namun ada sumber air dari lingkungan ponpes yang juga kami manfaatkan untuk proses pemadaman,” ujarnya.
Berkat kerja sama dan kesigapan puluhan relawan pemadam kebakaran, kobaran api akhirnya berhasil dilokalisasi sekitar 45 menit setelah kejadian. Keberhasilan tersebut mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar asrama sehingga kerusakan yang lebih besar dapat dihindari.
Upaya pemadaman kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan. Sementara warga dan penghuni pondok pesantren turut membantu kelancaran proses penanganan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun besaran kerugian yang ditimbulkan. Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan guna mengetahui sumber api serta dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Respons cepat para relawan pemadam kebakaran dan dukungan masyarakat sekitar menjadi faktor penting yang berhasil mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan mengancam bangunan lainnya di kawasan Pondok Pesantren Darunna’im.[SK]
.jpeg)