![]() |
| Sekitar 50 mahasiswa menyampaikan aspirasi di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Jumat (17/7/2026). SUARANUSANTARA/SK |
Dengan membawa sejumlah tuntutan dan aspirasi, massa mahasiswa menyoroti pentingnya penegakan supremasi hukum yang berkeadilan serta meminta aparat kepolisian terus mengawal berbagai persoalan strategis yang terjadi di daerah. Salah satu isu yang turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut adalah penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai memerlukan pengawasan dan penegakan hukum secara berkelanjutan.
Aksi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Kalbar, AKBP Siswo Dwi Nugroho, yang didampingi Kabagbinopsnal Ditpamobvit Polda Kalbar selaku Perwira Pengawas (Pamenwas), AKBP Sulkarnaim.
Selain menyampaikan tuntutan terkait supremasi hukum, mahasiswa juga memberikan dukungan moral kepada institusi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka mengajak masyarakat untuk terus mendukung aparat penegak hukum serta berpartisipasi aktif menjaga situasi kamtibmas melalui kerja sama yang harmonis antara masyarakat dan kepolisian.
Mewakili Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, AKBP Siswo Dwi Nugroho menyampaikan apresiasi atas sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara santun dan damai.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian kami dan akan menjadi masukan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, mengedepankan dialog, serta bersama-sama mengawal penyelesaian berbagai persoalan melalui mekanisme hukum. Sinergi yang baik antara masyarakat dan Polri merupakan kunci dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan stabilitas di Kalimantan Barat,” ujar Siswo.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polda Kalbar melakukan pengamanan secara humanis guna memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat juga bertujuan menjaga agar aktivitas masyarakat maupun pelayanan kepolisian tetap berlangsung normal tanpa hambatan.
Aksi damai tersebut berakhir dalam suasana kondusif. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik hingga massa membubarkan diri. Polda Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan di Kalimantan Barat.[SK]
