– Kasus hilangnya seorang perempuan muda di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, berakhir tragis. Seorang perempuan berinisial T.D. (26) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Polisi menduga korban menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya sendiri, Y. (28), yang tidak menerima hubungan asmara mereka berakhir.
Peristiwa yang menggemparkan warga tersebut terungkap setelah jajaran Polsek Manis Mata melakukan penyelidikan intensif berdasarkan laporan kehilangan yang disampaikan keluarga korban. Dari hasil penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan dan mengamankan terduga pelaku.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB ketika korban dan pelaku bertemu di sebuah pondok di Dusun Batu Leman, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata. Pertemuan itu dilakukan untuk membicarakan persoalan hubungan pribadi yang sedang mereka hadapi.
Dalam pertemuan tersebut, pelaku diduga masih berupaya mempertahankan hubungan asmara mereka. Namun korban telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut.
Usai pertemuan, korban kembali bekerja di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Manis Mata, sementara pelaku pulang ke rumahnya. Namun beberapa jam kemudian, pelaku kembali mendatangi lokasi kerja korban.
Keduanya sempat berbincang sebelum sekitar pukul 09.00 WIB pelaku mengajak korban menuju kawasan perkebunan sawit. Di lokasi itulah diduga terjadi pertengkaran yang berujung pada tindak kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Setelah kejadian tersebut, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memindahkan jenazah korban, membersihkan tubuh korban, menyembunyikan sejumlah barang pribadi milik korban, kemudian menguburkan jenazah di area kebun sawit di Desa Seguling.
Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban juga diduga dibuang ke dalam parit dan ditutupi pelepah sawit agar tidak mudah ditemukan.
Laporan kehilangan yang diterima kepolisian kemudian menjadi titik awal pengungkapan kasus tersebut. Tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan berbagai barang bukti yang berkaitan dengan hilangnya korban.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah mengatakan hasil penyelidikan akhirnya mengarah kepada pelaku yang kemudian diamankan dan diperiksa secara intensif.
“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Motifnya karena merasa sakit hati dan tidak menerima diputuskan oleh korban,” ujar IPTU Meinardus, Sabtu (25/7/2026).
Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang terjadi. Barang bukti tersebut antara lain tali, karung, pakaian, tas milik korban, papan kayu, sejumlah peralatan, serta satu unit sepeda motor milik korban yang sebelumnya disembunyikan oleh pelaku.
Saat ini tersangka telah dibawa ke Mapolres Ketapang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang guna dilakukan visum et repertum dan pemeriksaan forensik sebagai bagian dari rangkaian penyidikan.
IPTU Meinardus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban hingga pengungkapan kasus tersebut, mulai dari personel kepolisian, pihak perusahaan, tenaga medis, pemerintah desa, hingga masyarakat yang memberikan informasi kepada penyidik.
“Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan kasusnya ditangani lebih lanjut oleh penyidik sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian,” tuturnya.
Hingga saat ini, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan proses hukum berjalan secara menyeluruh. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan tambahan dan bukti pendukung guna memperkuat konstruksi perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam hubungan pribadi harus diselesaikan secara bijaksana dan tanpa kekerasan. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur yang damai serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.[SK]
.jpg)