– Kontingen Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) resmi tiba di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia yang dipusatkan di Politeknik Negeri Medan (Polmed). Dengan persiapan matang dan semangat tinggi, Polnep menargetkan raihan 24 medali emas sekaligus menembus posisi lima besar nasional.
Kedatangan kontingen Polnep menandai dimulainya perjuangan para atlet dan seniman mahasiswa terbaik Kalimantan Barat dalam ajang bergengsi yang mempertemukan politeknik dari seluruh Indonesia. Seluruh anggota kontingen dilaporkan berada dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental, untuk menghadapi persaingan di 14 cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan.
Salah satu atlet yang menjadi sorotan adalah Tri Utami, mahasiswi Program Studi D4 Administrasi Negara yang kembali dipercaya memperkuat kontingen Polnep di cabang olahraga catur. Tri bukan nama baru di arena PORSENI. Pada PORSENI XIV tahun 2024 di Politeknik Negeri Malang (Polinema), ia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan mempersembahkan tiga medali emas bagi Polnep.
Tahun ini, Tri kembali menjadi andalan untuk mempertahankan dominasi Polnep di cabang catur. Dengan bekal pengalaman dan sederet prestasi nasional yang telah diraihnya, ia optimistis mampu kembali memberikan hasil terbaik bagi kampusnya.
Tri mengungkapkan bahwa persiapan menuju PORSENI XV telah dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir. Setiap hari ia menjalani latihan rutin, memperdalam teori permainan, melakukan sparing dengan sejumlah pecatur, hingga mengikuti sesi latihan privat bersama pelatihnya.
“Saya sudah persiapkan selama tiga bulan. Tiga bulan itu saya latihan setiap hari dan sparing-sparing dengan orang-orang pemain catur juga. Terus latihan dengan pelatih catur saya untuk private,” ungkap Tri.
Menurutnya, sebagian besar lawan yang akan dihadapi bukanlah sosok asing. Pengalaman bertemu para pesaing pada PORSENI sebelumnya menjadi modal penting dalam menyusun strategi pertandingan yang lebih matang.
Selain memiliki pengalaman di ajang PORSENI, Tri juga telah malang melintang di berbagai kompetisi bergengsi, mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur. Jam terbang yang tinggi tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional.
Prestasi yang telah diraihnya pun cukup mengesankan. Selain tiga medali emas di PORSENI XIV, Tri juga mengoleksi tiga medali emas dan satu medali perak pada ajang Porprov. Di tingkat nasional, ia pernah meraih medali perak dan perunggu pada sejumlah Kejurnas Catur.
Pada PORSENI XV, Tri akan turun di dua nomor pertandingan, yakni catur cepat dan catur kilat. Ia memasang target ambisius dengan membidik dua medali emas sekaligus.
“Saya ikut kategori catur cepat dan kategori catur kilat, dengan target Insya Allah dua emas,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Dr. H. Widodo PS, menegaskan bahwa pihaknya menargetkan pencapaian yang lebih tinggi dibandingkan edisi sebelumnya. Polnep membidik sedikitnya 24 medali emas dan berharap mampu menembus lima besar nasional pada PORSENI XV.
Menurut Widodo, target tersebut disusun berdasarkan hasil pembinaan dan persiapan yang telah dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa bulan terakhir. Seluruh atlet dan pelatih telah menjalani program latihan yang terstruktur demi meningkatkan performa di setiap cabang yang diikuti.
“Insya Allah ada 60 atlet dengan 20 ofisial. Mungkin nanti ada yang batal sehingga menjadi 59 atlet dan 19 ofisial, tetapi pada dasarnya kita menyiapkan 60 atlet dan 20 ofisial,” ujarnya.
Widodo menjelaskan, Polnep hampir mengikuti seluruh cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan pada PORSENI XV. Dengan kekuatan tersebut, pihak kampus optimistis mampu bersaing dengan politeknik-politeknik besar lainnya di tingkat nasional.
Target tahun ini juga menjadi peningkatan signifikan dibandingkan capaian pada PORSENI XIV 2024, ketika Polnep berhasil mengoleksi 10 medali emas dan menempati posisi 10 besar nasional.
“Target kita tahun ini, Insya Allah bisa masuk lima besar nasional. Itu menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan ofisial,” katanya.
Meski demikian, Widodo mengakui persaingan di Medan dipastikan berlangsung ketat. Sejumlah politeknik besar seperti Politeknik Negeri Malang (Polinema) serta beberapa politeknik unggulan dari Pulau Sumatera diprediksi menjadi pesaing utama. Selain memiliki banyak atlet berprestasi, tuan rumah Politeknik Negeri Medan juga diuntungkan karena bertanding di hadapan pendukung sendiri.
“Kami menyadari persaingan akan berat. Ada Polinema dan beberapa politeknik besar dari Sumatera yang memiliki kekuatan atlet cukup banyak. Namun kami tidak muluk-muluk. Kami ingin ikut menyemarakkan PORSENI sekaligus memperkenalkan Politeknik Negeri Pontianak di tingkat nasional,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, Widodo menilai PORSENI merupakan wadah penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun jejaring antarmahasiswa politeknik dari seluruh Indonesia. Melalui kompetisi ini, para peserta dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperluas relasi yang bermanfaat bagi pengembangan diri maupun karier di masa depan.
“Yang tidak kalah penting adalah mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah. Mereka bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring di tingkat nasional melalui ajang ini,” pungkasnya.
Dengan semangat juang yang tinggi, persiapan yang matang, dan dukungan penuh dari civitas akademika, Kontingen Politeknik Negeri Pontianak optimistis mampu menorehkan prestasi membanggakan sekaligus mengharumkan nama Kalimantan Barat di pentas nasional PORSENI XV 2026.[SK]
.jpeg)