Menko Pangan Tinjau Distribusi Pupuk di Kalbar, Pastikan Stok Aman dan Harga Gabah Terjaga

Sebarkan:

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan saat kunjungan ke Kabupaten Kubu Raya dalam ranga pengecekan distribusi pupuk dan gabah. Jum’at (05/06/2026). SUARANUSANTARA/SK
Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi bagi para petani berjalan lancar serta tepat sasaran.

Kunjungan tersebut dilakukan saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani yang digelar oleh PT Pupuk Indonesia di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (05/06/2026). Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan atau Zulhas juga melakukan pengecekan langsung terhadap harga pupuk yang beredar di lapangan.

Zulhas menegaskan bahwa kegiatan Rembuk Tani menjadi sarana penting untuk melihat kondisi nyata sektor pertanian, khususnya terkait distribusi pupuk dan harga hasil panen yang diterima petani.

“Saya datang karena perintah Presiden. Dalam seminggu, tiga hari saya turun ke lapangan memastikan pupuk tersedia atau tidak. Alhamdulillah, dari hasil pengecekan, pupuk tersedia dan cukup untuk kebutuhan petani,” ujar Zulhas.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mengawal ketersediaan pupuk bersubsidi di tengah berbagai tantangan global, termasuk dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional yang berdampak pada sektor pupuk dunia.

Meski demikian, pemerintah memastikan stok pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan sesuai kebutuhan petani di daerah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejak 2025. Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata bagi petani di tengah fluktuasi harga global.

“Harga pupuk masih mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Di saat banyak negara mengalami kenaikan harga, pemerintah justru memberikan keringanan kepada petani. Ini bentuk perhatian Presiden kepada petani Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga harga gabah agar tetap stabil dan tidak merugikan petani, yakni tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram.

“Kalau ada harga gabah di bawah Rp6.500, harus segera dicek. Tadi petani menyampaikan sudah sekitar Rp7.000. Kita ingin mengubah nasib petani agar lebih sejahtera,” tegasnya.

Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi prioritas utama karena petani merupakan produsen utama pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan petani mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil produksinya.

“Dulu banyak petani yang akhirnya hanya menjadi buruh tani karena terus merugi. Kondisi itu tidak boleh terulang. Petani harus sejahtera karena mereka yang menghasilkan pangan kita setiap hari,” ujarnya.

Zulhas berharap, dengan terjaminnya ketersediaan pupuk serta stabilnya harga gabah, para petani di Kalimantan Barat semakin produktif dan bersemangat dalam meningkatkan hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional.

“Saya pastikan pupuk lancar, stok aman, harga pupuk masih mendapat diskon, dan harga gabah dijaga. Dengan kondisi ini, petani bisa lebih tenang dalam berproduksi,” pungkasnya.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini