Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Memasuki hari keenam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menemukan seorang warga yang diduga menjadi korban serangan buaya di Sungai Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Hingga Minggu (28/6/2026) sore, korban belum berhasil ditemukan meski area pencarian telah diperluas.
Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang pada Hari Keenam Operasi. SUARANUSANTARA/SK
Sejak pukul 06.00 WIB, seluruh personel SAR bergerak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan operasi kemanusiaan. Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Karawang menggunakan perahu karet dan armada pencarian lainnya dengan fokus pada titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan strategi pencarian pada hari keenam difokuskan dengan memperluas jangkauan penyisiran hingga radius 5 nautical mile (Nm) dari lokasi awal kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang diduga terbawa arus sungai.
"Hari keenam operasi SAR kami maksimalkan dengan memperluas area penyisiran hingga radius 5 nautical mile dari lokasi kejadian. Seluruh unsur SAR terus berupaya melakukan pencarian secara optimal," ujar I Made Junetra.
Berbagai metode pencarian telah diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai, cuaca, serta karakteristik wilayah perairan. Namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.
Meski demikian, semangat tim di lapangan tidak surut. Seluruh unsur yang terlibat langsung melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian hari keenam sekaligus menyusun strategi untuk operasi berikutnya.
I Made Junetra memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (29/6/2026) mulai pukul 06.00 WIB dengan memperbesar wilayah pencarian.
"Besok pagi pencarian akan kami lanjutkan dengan memperluas area penyisiran. Harapan kami korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar," katanya.
Sesuai rencana operasi, pada hari ketujuh Tim SAR Gabungan akan memperluas penyisiran hingga radius 6 nautical mile dari lokasi awal korban diduga diterkam buaya. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan peluang penemuan korban, terutama jika kondisi cuaca dan arus sungai mendukung proses pencarian.
Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu menyisir kawasan perairan Sungai Karawang.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal demi memberikan kepastian bagi keluarga korban yang setia menantikan kabar dari lokasi operasi.[SK]