Bengkayang, Kalbar (Suara Nusantara) – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bengkayang dalam sepekan terakhir.
Harga BBM Pertalite dan Pertamax di Bengkayang Tembus Harga Rp 30 ribu di Kios.SUARANUSANTARA/SK
Pantauan di lapangan pada Senin sore hingga malam, 16 Maret 2026, serta Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB, menunjukkan ratusan pengendara memadati sejumlah SPBU, di antaranya kawasan Dungkan, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Sanggau Ledo.
Para pengendara terpaksa mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan BBM. Namun, tidak sedikit yang harus pulang dengan tangan kosong lantaran stok lebih dulu habis sebelum giliran mereka tiba.
Salah seorang warga Malo Jelayan, Beti, mengaku kecewa setelah menunggu lama di antrean tetapi tidak berhasil memperoleh BBM.
“Sangat kecewa. Sudah antre berjam-jam, bahkan kehujanan, tapi ketika giliran mau mengisi ternyata BBM sudah habis,” ujarnya.
Hal serupa dialami Ari, warga Bengkayang. Ia mengaku harus mengantre hampir lima jam sebelum akhirnya mendapatkan BBM, meski dalam jumlah terbatas.
“Saya cuma dapat lima liter, itu pun setelah antre hampir lima jam,” kata Ari.
Ari bahkan memilih berbagi sebagian BBM yang didapatnya kepada pengendara lain yang tidak kebagian.
“Masih ada warga yang tidak dapat sama sekali. Jadi saya bagi sedikit supaya kendaraan mereka tetap bisa jalan,” tuturnya.
Di sisi lain, kondisi ini memaksa sebagian warga beralih membeli BBM dari kios eceran dengan harga yang melonjak tajam. Resi, warga Desa Sidai, Kecamatan Ledo, mengaku tidak sanggup mengantre di SPBU dan akhirnya membeli BBM eceran.
“Tadi saya mau pulang kampung. Terpaksa beli di kios Rp25 ribu per liter dan hanya dapat satu liter saja karena harus berbagi dengan pembeli lain,” ungkapnya.
Kenaikan harga BBM eceran pun dinilai tidak wajar. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut harga Pertalite di kios bisa mencapai Rp30 ribu per liter, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp10 ribu.
“Aneh, di SPBU habis tapi di kios juga sulit. Kalau ada Pertalite, harganya bisa naik sampai tiga kali lipat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab antrean panjang serta terbatasnya pasokan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Bengkayang.[SK]