Toreh Sejarah di 2025, PT Borneo Alumina Indonesia Optimistis Capai Produksi 1 Juta Ton Alumina pada 2026

Sebarkan:

Kawasan produksi PT Borneo Alumina Indonesia di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.SUARANUSANTARA/SK
Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Tahun 2025 menjadi periode penuh dinamika, tantangan, sekaligus tonggak sejarah bagi PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) yang beroperasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Perusahaan yang merupakan anak usaha hasil kolaborasi strategis dua anggota Grup MIND ID, yakni PT INALUM dan PT ANTAM Tbk, ini mencatatkan berbagai pencapaian penting sepanjang tahun perdananya berproduksi.

Pada 2025, PT BAI untuk pertama kalinya berhasil merealisasikan sejumlah milestone strategis, mulai dari first production pada Januari 2025 hingga pelaksanaan trial shipment perdana ke PT INALUM pada April 2025. Capaian tersebut menandai dimulainya fase operasional Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang telah lama dinantikan.

Sepanjang tahun 2025, BAI tercatat melaksanakan sebanyak 16 kali trial shipment, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Hingga 31 Desember 2025, total produksi alumina yang berhasil dicapai perusahaan mencapai 294.795,665 metrik ton (MT).

Direktur Utama PT Borneo Alumina Indonesia, Darwin Saleh Siregar, menyampaikan bahwa seluruh pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi, serta semangat kolaborasi seluruh insan BAI, didukung oleh para pemegang saham dan pemangku kepentingan terkait.

“Tahun 2025 adalah tahun yang penuh liku, namun langkah kita semakin jelas. Di usia ke-11 ini, kita mulai menapaki tangga baru. Kami menyadari masih ada hal yang belum sempurna, namun masukan dan semangat profesional dari seluruh insan BAI adalah pondasi bagi manajemen untuk terus melakukan perbaikan dan kolaborasi,” ujar Darwin Saleh Siregar.

Ia menambahkan, keberhasilan di tahun perdana produksi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melangkah lebih jauh. Menatap tahun 2026, Direksi PT BAI optimistis Proyek SGAR dapat diselesaikan sesuai rencana dengan target pencapaian produksi hingga 1 juta ton alumina.

Optimisme tersebut akan diwujudkan melalui penguatan sinergi, peningkatan kompetensi, serta komitmen seluruh insan perusahaan. Dalam setiap langkahnya, BAI menegaskan akan tetap mengedepankan budaya keselamatan dan kesehatan kerja, penerapan good corporate governance, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, pengembangan masyarakat, serta penguatan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Dengan fondasi tersebut, PT Borneo Alumina Indonesia optimistis dapat menjadi pionir kemandirian hilirisasi industri alumina di Indonesia, sekaligus menjadi “rumah” bagi talenta-talenta terbaik bangsa untuk berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.[SK]


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini