![]() |
| Suasana antrean di Pasar Murah Serambi 2026 di halaman Masjid Mujahidin pada Kamis (19/02/2026).SUARANUSANTARA/SK |
Bazar murah yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini langsung diserbu warga. Antrean panjang terlihat sejak pagi hari, bahkan sebagian masyarakat telah datang sebelum matahari terbit demi mendapatkan paket sembako dengan harga spesial.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kalbar memberikan potongan harga khusus untuk satu paket kebutuhan pokok berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Harga yang semula Rp90.000 dipangkas menjadi Rp50.000 khusus pada hari pembukaan.
“Khusus hari ini kita berikan diskon dari yang tadi harganya Rp90 ribu jadi Rp50 ribu, khusus hari ini saja,” ujar Norsan saat membuka kegiatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan bazar.
“Tapi tetap ingat untuk antre dengan tertib dan menjaga keamanan, nah saatnya kita mulai bazar murah hari ini ya,” kata Norsan disambut sorak gembira warga.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Sorakan dan tepuk tangan pecah saat gubernur secara resmi membuka bazar. Banyak warga mengaku sangat terbantu dengan adanya potongan harga tersebut, terlebih di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Salah satunya adalah Lela, warga Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan. Ia mengaku sudah mengantre sejak pukul 05.00 WIB bersama teman-temannya demi mendapatkan paket sembako murah.
“Senang sih dengan adanya potongan harga ini, jadi bisa lebih menghemat pengeluaran. Harga satu paket hanya Rp50 ribu yang sudah terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng,” ujarnya.
Lela berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok keluarga.
“Semoga bazar seperti ini bisa makin sering hadir ya untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Serambi 2026 ini menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam pengendalian inflasi daerah.[SK]
