Pemkab Landak Perkuat Mutu Pendidikan, Fokus pada Kompetensi Guru dan Karakter Siswa

Sebarkan:

 

Bupati Landak Kaolin Margret Natasa saat bersama guru. 
Landak, Kalbar (Suara Nusantara) – Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan sektor pendidikan. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga pengembangan karakter siswa, stimulasi motorik, seni, olahraga, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara menyeluruh agar mampu membentuk generasi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kami menitipkan pesan bahwa anak-anak kita bukan hanya mendapatkan materi pembelajaran, tetapi stimulasi lain seperti seni dan olahraga juga sangat penting dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kita,” ujar Karolin di Ngabang, Jumat (23/10/2026).

Karolin juga menekankan pentingnya peran guru dalam menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Ia mengapresiasi kontribusi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Landak dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Menurutnya, dedikasi dan tanggung jawab tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam membentuk kemampuan serta karakter peserta didik.

“Saya titip kepada para guru melalui PGRI, masa depan anak-anak kita ada di tangan mereka. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab karena kualitas generasi penerus bangsa turut ditentukan oleh para guru,” katanya.

Optimalisasi Data dan Peningkatan Kompetensi Guru

Dalam upaya mendorong pemerataan kualitas pendidikan, Pemkab Landak memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai salah satu dasar perencanaan program pendidikan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

Karolin menyampaikan bahwa data Dapodik telah terhimpun sepenuhnya untuk kebutuhan pendataan pendidikan. Data tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan dan menentukan prioritas pembangunan sektor pendidikan.

“Dapodik, 100 persen data sudah masuk untuk kewajiban pendidikan dan sementara ini lebih banyak kita gunakan untuk sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Selain memperhatikan infrastruktur pendidikan, Pemkab Landak juga mendorong peningkatan kemampuan guru melalui kerja sama dengan pihak internasional, termasuk Australia.

Salah satu program yang dikembangkan adalah metode Gasing atau Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan matematika secara lebih interaktif dan mudah dipahami siswa.

“Kami juga punya kerja sama dengan Australia berkaitan dengan program Gasing untuk meningkatkan kemampuan guru dalam belajar matematika. Harapannya, nilai matematika anak-anak kita juga meningkat,” kata Karolin.

Kaji Pembentukan Dana Abadi Pendidikan

Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembiayaan pendidikan, Pemkab Landak juga tengah mendiskusikan kemungkinan pembentukan dana abadi atau endowment fund khusus sektor pendidikan.

Karolin menjelaskan bahwa rencana tersebut masih memerlukan pembahasan dan kajian lebih lanjut. Meski demikian, gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembiayaan pendidikan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan prioritas daerah.

“Kami sedang mendiskusikan apakah kita bisa dan apakah kita perlu untuk memiliki dana abadi untuk pendidikan. Ini tentu masih proses yang sangat panjang, tetapi merupakan cita-cita kita bersama bahwa pendidikan di Kabupaten Landak harus terus dianggarkan,” pungkasnya.

Pemkab Landak berharap berbagai langkah tersebut dapat memperkuat pemerataan akses dan mutu pendidikan, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing pada masa mendatang. [SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini