Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mendorong berbagai pihak ikut bergerak membantu melindungi kesehatan masyarakat.
Perwakilan manajemen PT PSP dan PEJUANG Mempawah foto bersama sebelum turun membagikan masker kepada masyarakat di Taman Aulia Rubini Pasar Mempawah, Kamis (3/9/2026). SUARANUSANTARA/SK
Di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik, PT Peniti Sungai Purun (PSP) bersama Perkumpulan Jurnalis Galaherang (PEJUANG) Mempawah turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 10.000 masker disiapkan untuk membantu mengurangi paparan asap, khususnya bagi warga yang masih harus beraktivitas dan bepergian di luar rumah.
Pembagian masker dilakukan salah satunya di depan Taman Aulia Rubini, kawasan Pasar Mempawah. Pengendara dan masyarakat yang melintas menjadi sasaran pembagian masker secara langsung.
Tidak hanya menyasar masyarakat di pusat kota, bantuan masker juga disalurkan kepada warga yang berada di sekitar ring operasional PT PSP. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional.
Humas PT PSP-KPS, Marlidin, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
“Ini bentuk kepedulian PT PSP kepada masyarakat sekitar dan masyarakat Kabupaten Mempawah. Dalam kondisi seperti ini, ancaman kesehatan, terutama gangguan pernapasan, cukup besar. Cara paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan masker,” ujarnya.
Menurut Marlidin, masker memang merupakan perlindungan sederhana, tetapi di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan PEJUANG Mempawah yang ikut turun ke lapangan dalam kegiatan sosial tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan PEJUANG yang selama ini selalu mendampingi kegiatan sosial PT PSP. Ini bentuk kolaborasi yang baik antara perusahaan dan teman-teman jurnalis untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Humas PT PSP-KSU, Subianto, mengatakan kegiatan pembagian masker dilakukan sebagai respons terhadap kondisi udara yang belakangan kurang baik akibat asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang turut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut, termasuk Bhabinkamtibmas Terusan dan jajaran PT PSP.
“Kami berterima kasih kepada kawan-kawan PEJUANG, Bhabinkamtibmas Terusan, serta rekan kami Pak Dedy Arman selaku HR Region 1, Setiawan HR Area, dan Ferry Budi Rakhmad CSR Region 1 PT PSP yang telah bersama-sama dalam gerakan sosial membagikan masker. Saat ini kondisi udara kita kurang bagus, sehingga kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.
Dukungan terhadap masyarakat juga datang dari grup perusahaan. Humas dan CSR PT HPI Palm Oil Unit, Paulus Nokus, mengatakan selain 10.000 masker yang dibagikan langsung oleh PT PSP bersama PEJUANG, sebanyak 20.000 masker lainnya telah disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat.
“Sebanyak 10.000 masker ini kami bagikan kepada masyarakat, termasuk warga yang melintas di depan Taman Aulia Pasar Mempawah. Selain itu, ada 20.000 masker yang kami serahkan melalui DLHK Kalbar,” jelasnya.
Dengan total puluhan ribu masker yang disalurkan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan perlindungan di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Paulus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bantuan praktis untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan, sekaligus mempererat silaturahmi dan kolaborasi antara perusahaan, jurnalis, pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama dalam menghadapi dampak kabut asap. Di tengah ancaman karhutla dan memburuknya kualitas udara, keterlibatan dunia usaha, jurnalis, pemerintah, aparat serta masyarakat dinilai penting untuk memperkuat upaya perlindungan terhadap warga.[SK]