Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri sebagai aparatur pemerintah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, resmi mengakhiri masa jabatannya pada Senin (31/8/2026). Memasuki usia pensiun, Harisson berpamitan secara langsung kepada Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Kantor Gubernur Kalbar.
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat bersalaman dengan Harisson. SUARANUSANTARA/SK
Momen perpisahan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada Harisson atas pengabdian panjangnya selama menjalankan tugas pemerintahan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas dedikasi Harisson yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 32 tahun kepada bangsa dan negara.
“Hari ini beliau memasuki masa purna tugas dan insyaallah besok kita lepas sama-sama. Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang luar biasa dari Pak Sekda,” ujar Ria Norsan.
Menurutnya, perjalanan karier Harisson merupakan catatan panjang pengabdian yang dimulai dari pelayanan di bidang kesehatan. Harisson mengawali karier sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dokter di daerah, sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, hingga menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat.
Tidak hanya itu, Harisson juga pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Barat selama kurang lebih dua tahun.
“Ini prestasi yang luar biasa. Kita ucapkan terima kasih atas pengabdian beliau selama kurang lebih 32 tahun mengabdi kepada bangsa dan negara ini,” kata Ria Norsan.
Ria Norsan menegaskan, berakhirnya masa tugas sebagai aparatur sipil negara bukan berarti berakhir pula kesempatan untuk mengabdi. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa dan negara dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan tidak terbatas pada jabatan pemerintahan.
“Tadi juga saya sampaikan kepada beliau, walaupun sudah purna tugas, tetapi pengabdian kita kepada bangsa dan negara ini tidak putus. Walaupun kita sudah pensiun, tetap mengabdikan diri untuk bangsa dan negara,” tuturnya.
Pesan serupa disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan. Ia menilai purna tugas hanya mengubah status seseorang sebagai ASN, bukan menghentikan ruang untuk berkontribusi kepada masyarakat.
“Tidak ada kata pensiun, cuma predikat saja yang berubah. Hari ini Pak Sekda berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara dengan jabatan tertinggi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Tempat mengabdi itu banyak,” ujar Krisantus.
Ia meyakini Harisson masih memiliki banyak potensi untuk berkarya setelah tidak lagi berada dalam struktur pemerintahan. Pengalaman panjang yang dimiliki Harisson dinilai menjadi modal untuk memberikan manfaat di bidang lain.
“Jadi bukan hanya di ASN, tapi sebagai masyarakat biasa tentu tidak ada pensiun,” tegasnya.
Krisantus juga mendoakan agar Harisson senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan bersama keluarga, serta kesuksesan dalam menjalani kehidupan setelah purna tugas.
Bahkan, ia melihat Harisson memiliki peluang untuk mengembangkan diri di dunia usaha.
“Pasti saya yakin Pak Sekda punya pikiran yang inovatif, kreatif. Mungkin akan terjun ke dunia bisnis. Saya yakin bisa menjadi pengusaha. Saya ingin dan saya doakan Pak Sekda ini jadi pengusaha besar. Amin,” katanya.
Sementara itu, Harisson mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar atas dukungan, semangat, serta bimbingan yang diberikan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Sekda Kalbar.
“Alhamdulillah, hari ini tanggal 31 Agustus saya mengakhiri jabatan saya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat karena saya memasuki usia pensiun. Besok saya bukan lagi sebagai Sekda. Jadi, sebagai masyarakat biasa, pensiunan,” ujar Harisson.
Meski tidak lagi menyandang jabatan pemerintahan, Harisson berharap tali silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan masyarakat tetap terjaga.
Ia juga memastikan dirinya tetap memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi bagi daerah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Saya berharap silaturahmi kita tetap berjalan. Walaupun besok saya sudah tidak lagi sebagai Sekda, kita tetap bisa berkomunikasi, tetap bersilaturahmi, dan tetap memberikan kontribusi untuk Kalimantan Barat sesuai dengan kemampuan kita masing-masing,” tuturnya.
Bagi Harisson, purna tugas bukanlah garis akhir dari perjalanan pengabdian. Setelah sekitar 32 tahun menjadi bagian dari pemerintahan, ia justru memandang masa pensiun sebagai babak baru untuk terus memberikan manfaat dengan cara yang berbeda.
“Jabatan itu ada waktunya, tetapi pengabdian tidak ada batasnya. Selama kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan, tentu kita tetap bisa berbuat untuk masyarakat dan untuk daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Perjalanan Harisson menjadi bagian penting dalam dinamika pemerintahan dan pembangunan Kalimantan Barat. Dari seorang dokter yang mengawali pengabdian di daerah, kemudian dipercaya memimpin sektor kesehatan, menduduki jabatan Sekretaris Daerah, hingga mengemban amanah sebagai Penjabat Gubernur Kalbar.
Kini, jabatan formal sebagai Sekda Kalbar telah berakhir. Namun, pengalaman dan semangat pengabdian yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade diharapkan terus menjadi bekal bagi Harisson untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Harisson selama menjalankan berbagai amanah pemerintahan.
Purna tugas menjadi penanda berakhirnya sebuah jabatan, tetapi bukan berakhirnya pengabdian. Sebab, seperti pesan Harisson, jabatan memiliki batas waktu, sementara pengabdian tidak mengenal kata pensiun.[SK]