Hari Ketiga Pencarian, Anak 12 Tahun yang Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal

Sebarkan:

 

Tim SAR Gabungan Temukan Anak Tenggelam di Sungai Kapuas, Korban Diserahkan kepada Keluarga. SUARANUSANTARA/SK
Melawi, Kalbar (Suara Nusantara) – Tim SAR gabungan menemukan Reiold Lumbanturuan, anak berusia 12 tahun yang sebelumnya dilaporkan tenggelam dan terbawa arus saat mandi di Sungai Kapuas, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, Senin (28/9/2026), dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Pontianak, Budiono, mengatakan operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 06.00 WIB. Tim melakukan penyisiran permukaan Sungai Kapuas di area pencarian hingga radius lima nautical mile (NM) ke arah hilir dari lokasi kejadian.

“Pada pukul 07.41 WIB, korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan mengapung dan sudah meninggal dunia, dengan jarak sekitar 1,53 NM ke arah hilir dari lokasi kejadian,” kata Budiono.

Reiold diketahui merupakan warga Dusun Jaba, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan. Selanjutnya, pada pukul 08.17 WIB, korban diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

“Setelah korban diserahkan kepada keluarga, pada pukul 08.30 WIB SMC mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuannya masing-masing,” ujar Budiono.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi dihentikan. Sebelumnya, tim gabungan melakukan pencarian dengan menyisir permukaan Sungai Kapuas serta sejumlah area di bagian hilir yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Budiono mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi arus dan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas di sungai.

“Jangan biarkan anak-anak bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan. Kami mengimbau masyarakat selalu mengutamakan keselamatan dan menghindari aktivitas di sungai apabila kondisi arus sedang deras,” kata Budiono. [SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini