Kabut Asap Meningkat, Disdikbud Singkawang Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Sebarkan:

Singkawang, Kalbar (Suara Nusantara) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas sejak Kamis (24/9/2026) di tengah meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) tertanggal 20 Agustus 2026 yang mengatur pelaksanaan pembelajaran selama kondisi karhutla.

Kepala Disdikbud Kota Singkawang Asmadi mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan tingkat kerentanan siswa.

“Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), meskipun kiriman asap dari daerah lain berada di bawah angka 200, kami tetap mengambil langkah antisipatif dengan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas mulai besok,” ujar Asmadi, Rabu (23/9/2026).

Dalam skema pembelajaran tersebut, Disdikbud membagi pola belajar berdasarkan tingkat kerentanan siswa. Pembelajaran dari Rumah (BDR) diberlakukan bagi siswa RA, PAUD, kelas 1, 2 dan 3 SD, serta kelompok siswa yang memiliki riwayat kesehatan rentan.

Sementara pembelajaran tatap muka terbatas diberlakukan bagi siswa kelas tinggi dan menengah, termasuk peserta didik pada pusat kegiatan belajar dan lembaga kursus.

Bagi sekolah yang tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka, Disdikbud mewajibkan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Siswa diwajibkan menggunakan masker dan membawa air minum sendiri.

Sekolah juga dilarang menggelar aktivitas di luar ruangan atau outdoor selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Asmadi menegaskan, Disdikbud Kota Singkawang akan terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara sebagai bahan evaluasi pelaksanaan pembelajaran.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memperhatikan keamanan dan kondisi kesehatan anak-anak di tengah dampak karhutla.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini