Landak, Kalbar (Suara Nusantara) – Pemerintah Kabupaten Landak terus memperkuat upaya mendukung program swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan).Bupati Landak Karolin Margret Natasa. SUARANUSANTARA/SK
Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, pemerintah daerah saat ini berupaya memenuhi target Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan Luas Tambah Tanam (LTT), meski pelaksanaannya masih menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan musim kemarau.
Karolin menegaskan, koordinasi dan sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terus dilakukan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Ya, kami terus berkoordinasi dengan baik provinsi maupun pusat ya,” ungkap Karolin di Aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, target yang ditetapkan pemerintah pusat cukup menantang. Namun, Pemkab Landak tetap berupaya mengejar capaian yang masih tertinggal hingga akhir tahun.
“Karena penetapan target ini kan dari Pak Menteri. Kami terus mendorong agar kita di Kabupaten Landak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Karolin menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi petani saat ini adalah musim kemarau atau fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan belum stabil. Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih menunda kegiatan tanam.
“Dengan belum turunnya hujan secara optimal di tempat kita ada beberapa petani di beberapa wilayah itu berdasarkan pantauan kami menunda menanam karena menunggu hujan lebih stabil,” jelasnya.
Menurut Karolin, keputusan petani untuk menunda penanaman merupakan langkah antisipasi agar tidak mengalami kerugian apabila tanaman kekurangan air.
“Khawatir kalau ditanam terlalu awal akan mengalami kekeringan dan malah tidak tumbuh atau gagal panen,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Landak bersama Kementan telah melakukan sejumlah langkah, termasuk menyalurkan bantuan pompa dan membenahi sistem pengairan.
“Kita sudah mendapat bantuan pompa, kemudian beberapa saluran irigasi tersier juga terus dibenahi agar nanti sumber air yang ada itu bisa optimal untuk mengairi sawah,” beber Karolin.
Namun, untuk komoditas padi gogo, Karolin menyebut petani masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan harus menunggu turunnya hujan yang cukup untuk memulai kegiatan tanam.
Di sisi lain, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat Anjar Suprapto menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam memantau kondisi pertanian di lapangan.
Menurutnya, data dan kondisi riil di lapangan menjadi bagian penting dalam mengevaluasi berbagai program Kementan yang dilaksanakan di Kabupaten Landak.
“Acara ini kami maksudkan untuk konsolidasi penyuluh di Kabupaten Landak dalam rangka monitoring dan evaluasi dari kegiatan-kegiatan Kementerian Pertanian yang ada di Kabupaten Landak,” ujar Anjar.
Anjar juga memberikan apresiasi terhadap perhatian dan komitmen Pemkab Landak dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
“Saya yakin Kabupaten Landak ini salah satu kabupaten atau bahkan kabupaten yang paling di Provinsi Kalimantan Barat ini yang punya atensi terhadap pertanian yang sangat tinggi,” tegasnya.
Ia menyebut perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Landak dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Bahkan, menurut Anjar, peningkatan tersebut membuat Landak mampu melampaui dua daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi di Kalimantan Barat.
“Dua tiga tahun ini terakhir ini pertanian Kabupaten Landak ini apa namanya cukup tinggi peningkatannya, bahkan bisa mengalahkan dua kabupaten lainnya lumbung padi yaitu Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah,” pungkas Anjar.[SK]