Kualitas Udara Pontianak Masuk Level Sangat Tidak Sehat, AQI Sempat Tembus 437

Sebarkan:

Potret kondisi terkini Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang diselimuti kabut asap pada Jum’at (21/8/2026).  SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berada pada level sangat tidak sehat seiring tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang terpantau di udara.

Berdasarkan data pemantauan real-time IQAir dari stasiun Greenpeace Indonesia (GP_PNK), indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 256 US AQI dengan kategori “Sangat Tidak Sehat”.

Polutan utama yang mendominasi pencemaran udara adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 181,0 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Konsentrasi tersebut tercatat sekitar 36,2 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus di udara Pontianak. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan ketika terhirup.

Lebih mengkhawatirkan, kualitas udara di Pontianak sempat berada pada level “Berbahaya”. Berdasarkan riwayat pemantauan per jam, AQI melonjak hingga mencapai angka 437 pada sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Sementara itu, data riwayat harian menunjukkan indeks kualitas udara tertinggi mencapai 345. Sebaran polusi juga terlihat cukup luas, dengan pemantauan di kawasan Pontianak Kota hingga wilayah Sungai Kakap menunjukkan warna ungu pekat hingga cokelat yang menggambarkan tingginya tingkat pencemaran udara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara.

Meski kualitas udara diperkirakan mengalami penurunan tingkat polusi secara perlahan pada sore hingga malam hari, kondisi masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Pada pukul 15.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 250 dengan suhu sekitar 35 derajat Celsius. Kemudian pada pukul 17.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 235 dengan suhu 32 derajat Celsius.

Memasuki pukul 19.00 WIB, indeks kualitas udara diperkirakan berada pada angka 222 dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius.

Untuk hari berikutnya, kualitas udara diperkirakan masih berada pada rentang AQI 168 hingga 200 yang berarti kondisi belum sepenuhnya kembali ke tingkat yang aman bagi masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika indeks polusi kembali meningkat.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95, menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan PM2.5.

Masyarakat juga disarankan mengurangi masuknya udara luar ke dalam rumah ketika kualitas udara sedang buruk serta menggunakan pemurni udara atau air purifier apabila tersedia.

Kondisi kualitas udara yang masih berada pada level sangat tidak sehat membuat pemantauan secara berkala menjadi penting. Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan indeks kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan.

Tingginya polusi udara ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi udara dapat berubah dalam waktu singkat. Lonjakan AQI hingga level berbahaya pada pagi hari menunjukkan pentingnya kewaspadaan, terutama ketika konsentrasi asap dan partikel halus meningkat.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini