Kebakaran Dahsyat Pasar Sungai Duri Bengkayang, 50 Ruko Hangus dan Kerugian Capai Rp70 Miliar

Sebarkan:

Kapolres Bengkayang Turun Langsung ke Lokasi, Kebakaran Pasar Sungai Duri Hanguskan Puluhan Ruko. SUARANUSANTARA/SK
Bengkayang, Kalbar (Suara Nusantara) – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Jalan Wiraguna, Dusun Suka Damai, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026) malam.

Sedikitnya 50 unit rumah toko (ruko) hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya hingga proses pemadaman berlangsung sampai Jumat (21/8/2026) dini hari.

Besarnya kobaran api membuat warga dan petugas pemadam kebakaran berjibaku selama berjam-jam. Kondisi bangunan yang berdempetan turut mempercepat perambatan api dari satu ruko ke ruko lainnya.

Begitu menerima laporan, Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab langsung menuju lokasi bersama personel Satsamapta, Satlantas, Satreskrim dan Satintelkam Polres Bengkayang.

Kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk membantu proses pemadaman, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat, mengatur arus lalu lintas serta membantu mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat membakar salah satu ruko sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, juga segera mendatangi lokasi setelah mendapat informasi kebakaran. Bersama masyarakat, ia turut membantu proses pemadaman dan menghubungi berbagai unsur terkait.

Salah seorang saksi, Aleng, menyebut api diduga bermula dari salah satu ruko yang dalam kondisi kosong.

“Dugaan sementara, kebakaran kemungkinan disebabkan korsleting arus listrik. Namun, untuk memastikan penyebabnya masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Aleng.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan kebakaran.

“Yang paling utama dalam situasi seperti ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, membantu proses pemadaman, mengamankan lokasi, dan menjaga agar situasi tetap kondusif,” ujar Syahirul.

Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mempercepat penanganan kebakaran. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB oleh tim pemadam kebakaran gabungan dari sejumlah wilayah. Puluhan armada pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

Meski api utama telah berhasil dipadamkan, hingga Jumat (21/8/2026) proses pendinginan masih dilakukan di sejumlah titik. Petugas terus menyiram puing-puing bangunan yang terbakar untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Kapolres Bengkayang juga kembali melakukan pengecekan ke lokasi. Personel Polres Bengkayang dan Polsek masih disiagakan untuk mengatur lalu lintas sekaligus mengamankan kawasan pasar.

Sementara itu, Polres Bengkayang menurunkan Tim Inafis Satreskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengungkap titik awal dan penyebab kebakaran.

Dari pendataan sementara, sebanyak 50 unit ruko terdampak. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp70 miliar, mencakup bangunan, stok sembako, barang elektronik hingga berbagai barang berharga milik para pedagang.

Kebakaran tersebut juga menyebabkan seorang warga harus mendapatkan perawatan medis di RS Rubini Mempawah. Korban bernama Fendi (33), anak pemilik Warung Kopi Alang.

Fendi dilaporkan tidak mengalami luka, namun mengalami sesak napas setelah menghirup asap hingga sempat pingsan. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi korban dilaporkan stabil dan mendapat perawatan lebih lanjut.

Kapolres Bengkayang menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran.

Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari bagian ruang tengah salah satu ruko. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah terdapat faktor lain yang menyebabkan kebakaran.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Tidak menutup kemungkinan ada faktor lain, sehingga kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses penyelidikan selesai,” kata Syahirul.

Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi dan diamankan. Masyarakat diminta tidak memasuki kawasan tersebut tanpa kepentingan yang jelas demi keselamatan sekaligus menjaga kondisi TKP.

Hingga Jumat (21/8/2026), situasi di sekitar Pasar Sungai Duri terpantau aman dan kondusif. Aparat bersama petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemantauan dan penanganan pascakebakaran.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini