Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Pengawasan keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mempawah diperketat melalui razia gabungan yang menyasar kamar hunian serta pemeriksaan urine terhadap warga binaan dan petugas, Rabu (23/9/2026).Personel gabungan saat menggeledah hunian warga binaan di Rutan Kelas IIB Mempawah, Rabu (23/9/2026). SUARANUSANTARA/SK
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Rutan Mempawah bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah, Polres Mempawah, Kodim 1201/Mempawah, Yon Hantai Koaderal XII, serta Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Rutan Kelas IIB Mempawah Ade Rusman, Kepala BNNK Mempawah Anida Sari, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah Hartono, perwakilan Kodim 1201/Mempawah Pelda Supriadi serta Lettu Mar Odi dari Sat Hantai Koaderal XII.
Sebelum razia dimulai, seluruh personel mendapat pengarahan dari Kepala BNNK Mempawah Anida Sari. Selanjutnya, petugas dibagi ke dalam beberapa regu untuk melakukan pemeriksaan secara bertahap di kamar hunian warga binaan.
Petugas menyisir setiap kamar, termasuk memeriksa ruangan dan barang-barang milik warga binaan. Pemeriksaan terhadap penghuni juga dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkotika.
Metal detector turut digunakan untuk membantu mendeteksi benda berbahan logam yang berpotensi membahayakan keamanan.
Dari hasil penyisiran, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian. Barang tersebut di antaranya charger handphone, kabel listrik, korek api, obeng, senjata tajam rakitan, alat potong kuku atau pinset, alat cukur, besi plat, besi pipa, sendok serta sejumlah barang lainnya.
Meski menemukan berbagai barang yang tidak diperbolehkan tersebut, petugas tidak menemukan narkotika, alat hisap narkoba maupun minuman keras selama pelaksanaan razia.
Selain penyisiran kamar, pemeriksaan urine dilakukan secara acak terhadap warga binaan dan petugas Rutan. Sebanyak 60 orang menjalani tes urine, terdiri dari 40 warga binaan pria, 10 warga binaan wanita dan 10 petugas Rutan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.
“Dari pemeriksaan urine yang dilakukan, hasilnya negatif,” kata Kepala BNNK Mempawah Anida Sari.
Anida menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah bersama untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas maupun Rutan membutuhkan sinergi lintas instansi dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita sebagai aparat tidak tinggal diam terkait peredaran gelap narkotika yang ada di Lapas maupun Rutan. Kegiatan seperti ini penting untuk memastikan kondisi di dalam benar-benar terpantau,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Mempawah Ade Rusman mengatakan razia gabungan dan tes urine merupakan bagian dari penguatan keamanan sekaligus deteksi dini di lingkungan Rutan.
Ia memastikan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) akan terus dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang serta menjaga keamanan dan ketertiban.
“Razia ini merupakan bagian dari langkah kami untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di Rutan Mempawah. Sinergitas dengan APH akan terus kami tingkatkan sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini,” kata Ade.
Ade menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kesiapan Rutan Mempawah dalam menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan pengawasan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan razia dan pemeriksaan urine tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh APH yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib dan bebas dari HALINAR (Handphone, Pungli dan Narkoba),” pungkasnya.
Hasil kegiatan tersebut menunjukkan, dari 60 warga binaan dan petugas yang menjalani tes urine tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba. Sementara itu, hasil penyisiran kamar menemukan sejumlah barang yang perlu ditertibkan untuk menjaga standar keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Mempawah.[SK]