Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Mempawah, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebarkan:

Kapolsek Toho Ipda Adhi Putra tampak memimpin olah TKP dan evakuasi jenazah warga Toho yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit, Selasa (28/7/2026) malam. SUARANUSANTARA/SK
Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Warga Dusun Perompong, Desa Toho Ilir, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.

Korban diketahui berinisial JMB (52), warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri di sebuah rumah milik Ngationo di Dusun Perompong, Desa Toho Ilir.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, Dimas dan Junaidi, saat berada di sekitar lokasi perkebunan. Menyadari kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Toho langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan.

Di lokasi, petugas segera mengamankan area dengan memasang garis polisi, melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban. Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) dan tenaga medis untuk proses evakuasi serta pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil identifikasi di lokasi, petugas menemukan sejumlah dokumen identitas milik korban berupa kartu BPJS dan Surat Izin Mengemudi (SIM) C yang memperkuat identitas korban.

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto melalui Kapolsek Toho Ipda Adhi Putra membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga dan warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi) serta pernah mengalami stroke ringan.

“Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan evakuasi jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ipda Adhi Putra.

Dari hasil analisis sementara, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh saat berada seorang diri di area perkebunan kelapa sawit. Dugaan tersebut diperkuat dengan riwayat kesehatan korban yang selama ini diketahui mengalami gangguan epilepsi dan pernah terserang stroke ringan.

Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban melalui prosedur yang berlaku.

Lokasi kejadian yang berada di kawasan perkebunan dan relatif sepi diduga menjadi faktor yang menyebabkan tidak adanya warga yang mengetahui kondisi korban saat mengalami gangguan kesehatan tersebut. Akibatnya, korban tidak sempat mendapatkan pertolongan ketika peristiwa terjadi.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tidak adanya unsur lain yang berkaitan dengan kematian korban.

Kapolsek Toho juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kejadian serupa atau kondisi darurat yang melibatkan warga di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kejadian serupa, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan penyebab kejadian dapat dipastikan melalui prosedur yang berlaku,” imbuhnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga yang tinggal seorang diri, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Dukungan lingkungan sekitar dinilai dapat membantu memberikan pertolongan lebih cepat apabila terjadi kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini