Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima penyerahan wakaf Alquran dari Badan Wakaf Alquran Indonesia untuk Masjid An-Naim Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (28/7/2026). Penyerahan dilakukan secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penyebaran Alquran dan penguatan syiar Islam di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menerima penyerahan wakaf Alquran dari Badan Wakaf Alquran Indonesia untuk Masjid An-Naim Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (28/7/2026). SUARANUSANTARA/SK
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program wakaf Alquran yang selama ini dijalankan Badan Wakaf Alquran Indonesia untuk memenuhi kebutuhan mushaf Alquran di masjid, pesantren, majelis taklim, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya, terutama di daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Perwakilan Badan Wakaf Alquran Indonesia, Erwin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan sebanyak 40.000 mushaf Alquran di Provinsi Kalimantan Barat. Ribuan mushaf tersebut telah didistribusikan ke lima kabupaten sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kitab suci Alquran.
Menurut Erwin, program wakaf Alquran tidak hanya bertujuan menyediakan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pendidikan keagamaan dan meningkatkan budaya membaca Alquran di tengah masyarakat.
“Kami mohon doa agar Badan Wakaf Alquran bisa terus istiqamah sehingga dapat menyerahkan wakaf Alquran lebih banyak lagi dan menjangkau wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pelosok, dapat memperoleh mushaf Alquran yang layak untuk digunakan dalam kegiatan ibadah dan pembelajaran agama.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Wakaf Alquran Indonesia atas kepedulian serta kontribusinya dalam membantu memenuhi kebutuhan Alquran bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Menurutnya, keberadaan mushaf Alquran sangat penting dalam mendukung aktivitas pendidikan keagamaan di berbagai lembaga Islam, mulai dari pesantren, masjid hingga majelis taklim yang tersebar di seluruh daerah.
“Mushaf Alquran ini sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan seperti pesantren, masjid, dan majelis taklim yang ada di tengah masyarakat,” kata Norsan.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program wakaf tersebut, khususnya dalam mendistribusikan Alquran hingga menjangkau daerah-daerah yang masih membutuhkan.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa Alquran tidak hanya berfungsi sebagai kitab yang dibaca, tetapi juga harus dipahami, dikaji, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran merupakan pedoman penting bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan yang berakhlak dan bermartabat.
Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, Ria Norsan menegaskan bahwa Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Alquran merupakan petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, kita tidak hanya membacanya, tetapi juga mengkaji dan mengamalkan isi kandungannya agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Ia berharap program wakaf Alquran dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kalimantan Barat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Penyerahan wakaf Alquran tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat literasi Alquran di tengah masyarakat sekaligus mendorong peningkatan pemahaman keagamaan yang moderat dan berlandaskan nilai-nilai Alquran.
Dengan semakin banyaknya mushaf yang tersedia di masjid, pesantren, dan majelis taklim, diharapkan syiar Islam di Kalimantan Barat semakin berkembang serta mampu melahirkan generasi yang cinta Alquran, berakhlak mulia, dan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.[SK]