Fatmawati Trophy 2026 Dibuka, Wagub Kalbar Dorong Desainer Angkat Identitas Budaya Kalimantan

Sebarkan:

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan secara resmi membuka ajang Fatmawati Trophy 2026 di salahsatu Hotel di Pontianak, Sabtu (18/7/2026). SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan secara resmi membuka ajang Fatmawati Trophy 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Pontianak, Sabtu (18/7/2026). Kompetisi desain kebaya dan kerudung tingkat Regional Kalimantan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong kreativitas para desainer dalam menghadirkan karya berciri khas daerah.

Fatmawati Trophy 2026 diikuti peserta dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno Tahun 2026 dengan mengangkat tema pelestarian budaya melalui lomba desain Kebaya dan Kerudung Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno.

Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga menyambut hangat kehadiran para peserta dari berbagai daerah di Kalimantan.

Selamat datang di Kalimantan Barat. Pontianak memang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa yang panas, tetapi kami juga memiliki kekayaan kuliner, budaya, dan keramahan masyarakat yang menjadi kebanggaan daerah ini,” ujar Krisantus.

Menurut Krisantus, keberadaan ajang seperti Fatmawati Trophy tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah melalui kreativitas dan karya seni.

Ia menegaskan bahwa setiap pemimpin yang mendapat amanah, baik di pemerintahan maupun legislatif, memiliki tanggung jawab untuk mengenali, mengembangkan, dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Daerah saat ini dituntut mampu berinovasi dan berkreasi. Sumber daya alam yang kita miliki harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Wagub Kalbar juga mengingatkan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno, khususnya terkait keadilan sosial dan pengelolaan kekayaan alam yang berpihak kepada masyarakat.

Ia mengutip amanat konstitusi dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa bumi, air, serta seluruh kekayaan alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Bumi, air, dan seluruh kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itu adalah amanat konstitusi yang harus terus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus memberikan perhatian khusus terhadap tujuan utama Fatmawati Trophy, yakni menjaga dan mengembangkan budaya melalui industri kreatif.

Ia mengajak para desainer untuk tidak hanya mengejar nilai estetika dalam karya, tetapi juga menghadirkan identitas budaya Kalimantan dalam setiap rancangan yang dibuat.

Saya berpesan kepada para desainer agar memasukkan unsur budaya Kalimantan ke dalam setiap rancangan. Tampilkan motif, ukiran, atau kekhasan daerah sehingga ketika tampil di tingkat nasional, orang langsung mengenali bahwa itu adalah karya dari Kalimantan,” pesannya.

Menurutnya, kekayaan budaya lokal merupakan modal besar yang harus terus dipelihara dan dipromosikan agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri fesyen nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Krisantus menyampaikan bahwa Kalimantan Barat memiliki keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis. Kondisi tersebut menjadikan Kalbar sebagai miniatur Indonesia dengan kekayaan budaya yang luar biasa.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan sumber inspirasi dalam menciptakan karya-karya kreatif.

Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dan keindahan yang harus kita jaga bersama. Mari tampilkan budaya secara autentik sehingga menjadi kebanggaan sekaligus identitas yang terus dilestarikan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Krisantus berharap Fatmawati Trophy 2026 dapat berjalan sukses dan melahirkan desainer-desainer terbaik dari Regional Kalimantan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia juga berharap kompetisi tersebut tidak hanya menghasilkan karya fesyen yang indah secara visual, tetapi juga mampu menjadi media promosi budaya Kalimantan kepada masyarakat luas.

“Melalui karya para desainer, kekayaan budaya Kalimantan dapat terus dikenal dan menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini