Sebanyak 35 anak mengikuti sunatan massal yang dikemas dalam kegiatan bertajuk "Sunatan Massal Libur Produktif, Tubuh Sehat bagi Generasi Emas Kabupaten Landak." Selain memperoleh layanan khitan secara gratis dari tenaga kesehatan profesional, para orang tua yang mengantar anak juga mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.
Bupati Karolin Margret Natasa mengatakan, pelaksanaan kegiatan di tingkat puskesmas merupakan langkah baru yang diambil pemerintah daerah sebagai bentuk adaptasi terhadap efisiensi anggaran. Meski demikian, antusiasme masyarakat membuktikan bahwa pelayanan kesehatan berbasis puskesmas tetap efektif menjangkau kebutuhan warga.
"Ini dari pemerintah adalah percobaan. Kalau banyak yang minat, ya ke depan kami lebih siap lagi, karena ini belum pernah kita laksanakan langsung di puskesmas, biasanya kita ke desa-desa. Ternyata karena musim efisiensi anggaran terbatas, akhirnya kita coba buat di puskesmas. Nah, ternyata masih bisa, masih banyak peminatnya," ujar Karolin.
Menurutnya, konsep pelayanan yang dipusatkan di puskesmas memberikan manfaat lebih luas. Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan layanan sunat secara aman dan profesional, tetapi orang tua juga dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Dalam kesempatan tersebut, Karolin turut meninjau langsung proses pelayanan medis sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga, terutama pemenuhan gizi anak dan pencegahan penyakit tidak menular.
Ia menyoroti masih tingginya angka anemia pada remaja akibat pola makan yang kurang bergizi. Karena itu, para orang tua diminta lebih memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak, bukan sekadar memastikan anak merasa kenyang.
"Tolong dijaga, anak-anak diperhatikan makannya. Zaman sekarang banyak jajan, makanan instan juga banyak, jangan makan asal kenyang. Kalau makannya tidak bergizi, asal kenyang, akhirnya pertumbuhan sel-sel badan dan sel otaknya kurang. Nanti sulit untuk menerima pelajaran," tegasnya.
Selain persoalan gizi, Karolin juga mengingatkan masyarakat mengenai tingginya angka penderita diabetes di Kabupaten Landak yang dipicu pola konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang beredar di media sosial atau berdasarkan cerita dari orang lain tanpa dasar medis yang jelas.
"Di Landak ini paling banyak diabetes. Semuanya manis-manis. Jangan minum obat-obatan rebusan herbal yang dosisnya kita tidak tahu. Bisa meracuni ginjal. Tensi tinggi minum obat yang terukur dosisnya dari dokter. Jangan dengar TikTok, medsos, atau kata tetangga soal kesehatan, bertanyalah kepada tenaga kesehatan," pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Susi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
"Kegiatan ini diselenggarakan atas atensi dan inisiasi Ibu Bupati Kabupaten Landak. Hal ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Ngabang dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan," ujar Susi.
Ia memastikan seluruh pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan awal, tindakan medis, hingga observasi pasca-sunat.
"Seluruh peserta telah melalui tahapan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan sesuai standar pelayanan kesehatan. Setelah tindakan, peserta juga menjalani observasi, menerima obat-obatan, edukasi perawatan luka, serta bingkisan," jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta puluhan warga yang memadati Puskesmas Ngabang.
Melihat tingginya partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Landak berencana menjadikan program Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis sebagai agenda rutin yang akan diperluas pelaksanaannya di berbagai puskesmas di wilayah Kabupaten Landak. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat akses pelayanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya generasi Landak yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas.[SK]
