Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Masyarakat Kalimantan Barat diajak untuk memperkuat ketahanan keluarga dengan membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan penuh kepedulian. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat Harisson saat memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026.
Senam petingatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, saat mengikuti kegiatan senam bersama yang digelar di halaman Museum, Minggu (21/6/2026). SUARANUSANTARA/SK
Peringatan HARGANAS tersebut digelar melalui kegiatan senam bersama di halaman Museum, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
Selain senam bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), konsultasi keluarga, serta pembagian hadiah atau doorprize bagi peserta.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, momentum HARGANAS bukan hanya menjadi ajang mempererat kebersamaan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi utama menciptakan sumber daya manusia berkualitas.
Sekda Kalbar Harisson mengatakan, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa, terutama dalam menghadapi target Indonesia Emas 2045.
“Rangkaian HARGANAS hari ini cukup lengkap, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan, pelayanan KB hingga konsultasi keluarga. Semua ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga,” ujar Harisson.
Menurutnya, tema “Ayah Wajib Hadir” memiliki makna penting bahwa kehadiran seorang ayah tidak hanya diukur dari keberadaan secara fisik, tetapi juga keterlibatan aktif dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam proses tumbuh kembang anak.
Ia mengingatkan para ayah agar tidak hanya berfokus pada pekerjaan dan mencari nafkah, tetapi juga menyediakan waktu untuk mendampingi keluarga.
“Para ayah jangan hanya sibuk bekerja sehingga mengurangi perhatian kepada keluarga. Kehadiran ayah sangat dibutuhkan untuk membentuk keluarga yang sehat, sejahtera, dan harmonis,” katanya.
Harisson menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan peran ayah dalam keluarga. Salah satunya melalui imbauan Gubernur Kalbar agar para ayah meluangkan waktu menghadiri momen penting dalam kehidupan anak, termasuk mengambil rapor di sekolah.
“Pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Ayah juga harus hadir, memberikan perhatian, mendampingi, serta menjadi teladan bagi anak-anaknya,” jelasnya.
Selain penguatan peran dalam keluarga, Harisson juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan keluarga harus dimulai dari kebiasaan sederhana seperti rutin berolahraga dan menjaga keseimbangan pola hidup.
“Saya melihat peserta senam lebih banyak ibu-ibu. Seharusnya bapak-bapak juga ikut aktif berolahraga agar tubuh tetap sehat,” ujarnya.
Ia menilai, penyakit tidak menular saat ini semakin banyak menyerang kelompok usia produktif, termasuk kaum pria. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti pola hidup kurang sehat, minim aktivitas fisik, serta tingginya tekanan pekerjaan.
Karena itu, momentum HARGANAS diharapkan menjadi pengingat bahwa keluarga yang bahagia berawal dari anggota keluarga yang sehat.
“Kalau kita sehat, keluarga juga akan bahagia. Mari biasakan hidup sehat dan luangkan waktu berkualitas bersama keluarga,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Nyigit Wudi Amini, S.Sos., M.Sc., mengatakan tema “Ayah Wajib Hadir” dipilih karena sosok ayah memiliki peran besar dalam membangun ketahanan keluarga dan mendukung perkembangan anak.
“Melalui HARGANAS tahun ini, kami ingin mendorong agar ayah semakin terlibat aktif dalam pengasuhan dan kehidupan keluarga sehari-hari,” katanya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang terus mengampanyekan pentingnya keterlibatan ayah dalam keluarga.
Menurutnya, anak membutuhkan figur ayah yang mampu hadir, mendengarkan, mendampingi, dan menjadi tempat berbagi dalam berbagai situasi.
“Anak membutuhkan figur ayah yang hadir, mendengar, mendampingi, dan menjadi tempat berbagi. Kehadiran itu sangat berarti bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Nyigit juga mengajak para ayah muda agar tidak hanya mengejar keberhasilan pekerjaan, tetapi tetap memberikan perhatian dan waktu berkualitas bagi keluarga.
“Pesan saya, jangan hanya fokus bekerja. Luangkan waktu untuk anak dan pasangan, karena keluarga yang kuat dibangun dari kehadiran dan kasih sayang kedua orang tua,” tutupnya.[SK]