– Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengajak para petani kelapa sawit untuk terus memperkuat solidaritas, memperluas jaringan komunikasi, dan meningkatkan pengetahuan guna mendorong produktivitas serta kesejahteraan petani. Hal itu disampaikannya saat menghadiri perayaan Milad ke-7 Komunitas Petani Sawit Kalimantan Barat (KPSKB) di Aula Serantung Waterpark, Kabupaten Sintang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan anggota KPSKB dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Momentum peringatan hari jadi komunitas itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi bagi para petani dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi eksistensi KPSKB yang selama tujuh tahun terakhir dinilai mampu menjadi wadah strategis bagi petani sawit untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring usaha, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan.
Menurutnya, keberadaan komunitas petani memiliki peran penting dalam mempercepat penyebaran informasi dan pengetahuan yang dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Pertemuan seperti ini sangat penting agar para petani sawit di Kalimantan Barat bisa saling mendukung dan berbagi informasi. Misalnya dalam hal penyediaan pupuk, petani dapat saling memberi informasi dan membantu sesama petani,” ujar Gregorius.
Ia menilai forum komunitas menjadi sarana yang efektif untuk membangun kolaborasi antarpetani, terutama dalam berbagi pengalaman mengenai penggunaan bibit unggul, teknik budidaya yang tepat, hingga strategi menghadapi tantangan usaha perkebunan.
Bupati Sintang juga mendorong para petani yang baru memulai usaha perkebunan sawit agar tidak ragu untuk belajar dan berdiskusi dengan petani yang lebih berpengalaman. Menurutnya, transfer pengetahuan menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kebun.
“Petani yang baru jangan segan untuk bertanya. Momentum seperti ini baik untuk saling bertukar kontak dan memperkuat komunikasi setelah kegiatan berakhir. Banyak hal yang bisa didiskusikan, mulai dari struktur parit yang baik, tapak timbun yang tepat, hingga pengelolaan kebun di lahan perbukitan maupun daerah rawan banjir,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gregorius turut menyoroti masih rendahnya tingkat pemahaman sebagian petani terkait praktik budidaya sawit yang baik dan berkelanjutan. Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi petani agar tidak mudah menjadi korban peredaran bibit dan pupuk palsu yang masih ditemukan di sejumlah daerah.
Menurutnya, penggunaan bibit dan pupuk yang tidak sesuai standar dapat berdampak besar terhadap produktivitas kebun serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani.
“Materi yang diperoleh dalam pertemuan ini hendaknya disampaikan juga kepada petani sawit lainnya. Saya yakin forum seperti ini dapat memberikan inspirasi dan menambah pengetahuan. Saat ini masih banyak beredar bibit dan pupuk palsu. Saya memperkirakan baru sekitar 30 persen petani sawit yang benar-benar memahami cara bertani sawit yang baik serta mampu membedakan bibit dan pupuk palsu,” ungkapnya.
Selain persoalan teknis budidaya, Bupati Sintang juga menaruh perhatian terhadap aspek keamanan perkebunan. Ia menilai pencurian tandan buah segar (TBS) sawit yang masih terjadi di sejumlah wilayah menjadi persoalan yang harus ditangani bersama oleh petani, masyarakat, dan aparat terkait.
“Kita harus sepakat menekan pencurian sawit dan pemalsuan bibit maupun pupuk. Kalau bisa, tidak ada lagi kasus-kasus seperti itu. Karena itu, kita harus kompak dan saling mendukung,” tegasnya.
Gregorius menambahkan bahwa sektor kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Sintang maupun Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan komunitas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut.
Ia mengaku terus berupaya memperdalam pemahaman mengenai dunia perkebunan kelapa sawit agar dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat dalam mendukung kesejahteraan petani.
Perayaan Milad ke-7 KPSKB pun menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpetani sawit sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor perkebunan yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang kuat serta peningkatan pengetahuan di tingkat petani, diharapkan berbagai tantangan yang selama ini dihadapi, mulai dari produktivitas kebun, peredaran bibit dan pupuk palsu, hingga persoalan keamanan perkebunan, dapat diatasi secara bersama demi meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Kalimantan Barat.[SK]
