Landak, Kalbar (Suara Nusantara) – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus melepas ratusan petugas pendataan lapangan yang akan bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Landak. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Landak dan menjadi langkah awal pelaksanaan program strategis nasional yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus melepas petugas pendataan lapangan di wilayah Kabupaten Landak. SUARANUSANTARA/SK
Dalam sambutannya, Karolin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya didasarkan pada perkiraan atau intuisi semata, melainkan harus bertumpu pada data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian daerah, mulai dari perkembangan usaha, potensi ekonomi, hingga tantangan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha.
“Pembangunan suatu daerah tentu tidak dapat berjalan secara optimal jika hanya mengandalkan feeling, perasaan, intuisi, atau perkiraan semata. Perencanaan pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran harus dilandasi oleh fondasi data yang kuat, akurat, dan mutakhir, atau disebut dengan evidence-based policy atau kebijakan yang berbasis pada data riil,” tegas Karolin.
Ia menjelaskan, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi nantinya akan menjadi instrumen penting dalam memetakan struktur ekonomi daerah, mengidentifikasi kondisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta menentukan berbagai program intervensi pemerintah yang tepat sasaran.
Karolin menilai pelaksanaan sensus ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Landak untuk memperoleh gambaran utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat pasca berbagai dinamika global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui data yang terkumpul, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor ekonomi yang tumbuh, sektor yang membutuhkan dukungan, serta bidang usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
Data tersebut juga akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan permodalan, pengembangan UMKM, hingga program digitalisasi usaha yang kini semakin dibutuhkan.
“Dengan menyukseskan Sensus Ekonomi, kita sedang mengamankan arah pembangunan Landak satu dekade ke depan agar pertumbuhan ekonomi yang kita capai benar-benar inklusif dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Karolin secara khusus berpesan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Landak serta seluruh petugas lapangan agar menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi integritas.
Menurutnya, kualitas pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang dikumpulkan. Karena itu, kejujuran dan ketelitian dalam proses pendataan menjadi faktor yang tidak dapat ditawar.
“Pada akhirnya saya berharap agar BPS melaksanakan tugas ini dengan baik dan sungguh-sungguh menghasilkan data riil di lapangan. Apapun hasilnya, ya kita buka mata dan telinga, karena sesungguhnya data yang jujur merupakan salah satu kunci keberhasilan dari pembangunan di Kabupaten Landak,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Landak, Fahmi Ali Hasyim Juliansyah, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program prioritas nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, BPS Kabupaten Landak menerjunkan sebanyak 352 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Sensus ini sekarang menjadi program prioritas nasional. Tentu dengan Sensus Ekonomi ini diharapkan menjadi dasar bagi pembuat kebijakan pembangunan di sektor ekonomi, baik di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah, di level provinsi maupun di level kabupaten/kota,” jelas Fahmi.
Ia menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Selain mendata seluruh pelaku usaha, petugas juga akan melakukan pemutakhiran data kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Proses pendataan pun kini telah bertransformasi dari metode berbasis kertas menuju sistem digital yang dinilai lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Karena di Sensus Ekonomi tahun 2026 ini, selain kita mendata semua pelaku usaha, kita juga melakukan updating atau pemutakhiran kondisi sosial ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Landak berharap tersedianya data yang komprehensif dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.[SK]