Singkawang, Kalbar (Suara Nusantara) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Singkawang menggelar Pelatihan Penyelenggaraan dan Orientasi Korps Sukarela (KSR) se-Kota Singkawang yang berlangsung di Aula PMI Singkawang, pada 22–23 Mei 2026.
Para peserta kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan dan Orientasi Korps Sukarela (KSR) se-Kota Singkawang di Aula PMI Singkawang pada 22–23 Mei 2026. SUARANUSANTARA/SK
Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di lapangan, mulai dari bencana hingga situasi kemanusiaan lainnya.
Ketua PMI Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga langsung diikuti dengan praktik lapangan agar para peserta benar-benar memahami teknis penanganan keadaan darurat.
“Hari ini kami menggelar orientasi penyelenggaraan PMI se-Kota Singkawang terkait penanganan pertolongan pertama, tanggap darurat, pengelolaan dapur umum, hingga teknik pemasangan tenda. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya,” ujar Yusnita.
Kegiatan yang dibuka oleh perwakilan Wali Kota Singkawang tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan pemuda dari seluruh kecamatan di Kota Singkawang. Setiap kecamatan mengirimkan enam orang peserta guna memastikan keterwakilan wilayah secara merata.
Menurut Yusnita, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi relawan PMI, terutama yang berasal dari kalangan pelajar melalui Palang Merah Remaja (PMR), mahasiswa, dan pemuda di lima kecamatan.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan relawan merupakan hal yang tidak bisa ditawar, mengingat kondisi darurat dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan.
“Kami tidak ingin saat tenaga mereka dibutuhkan, mereka justru tidak siap dan bingung. Oleh karena itu, pelatihan teori dan praktik ini sangat krusial,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusnita juga mengajak masyarakat luas untuk bergabung menjadi relawan PMI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi kemanusiaan. Ia menekankan bahwa PMI berdiri di atas prinsip netralitas dan kesukarelaan tanpa membedakan latar belakang.
“Di PMI kita tidak memandang ras, suku, agama, atau latar belakang lainnya. Kita hadir murni untuk kemanusiaan. Prinsip kami adalah menghidupkan PMI, bukan mencari hidup di PMI,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, PMI Singkawang berharap lahir relawan-relawan muda yang tangguh, terampil, dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan dalam misi kemanusiaan.[SK]