LDII Kalbar Tebar 434 Hewan Kurban, Naik 9 Persen dari Tahun Sebelumnya

Sebarkan:

Pengurus LDII di Melawi berbagi daging kurban kepada warga non muslim di momen perayaan Iduladha 1447 H, Rabu (27/5/2026). SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Di tengah dinamika dan tantangan ekonomi, semangat berkurban warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat tetap menunjukkan peningkatan pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M, Rabu (27/5/2026).

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengatakan antusiasme warga dalam berkurban tidak terpengaruh kondisi ekonomi, bahkan cenderung meningkat karena kuatnya pemahaman nilai spiritual dan sosial dalam ibadah kurban.

“Secara spiritual ibadah kurban menjadi cerminan ketakwaan seorang muslim dan menjadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Selain itu, kemanfaatan sosialnya juga sangat besar karena berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Susanto menyebutkan, pada tahun ini LDII Kalbar mencatat peningkatan jumlah hewan kurban sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2025. Total hewan kurban yang disalurkan mencapai 434 ekor.

“Rinciannya 236 ekor sapi dan 198 ekor kambing. Tahun sebelumnya berjumlah 395 ekor, sehingga tahun ini mengalami kenaikan sekitar 9 persen,” jelasnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan kurban tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata, terutama bagi para peternak lokal di Kalimantan Barat.

“Gerakan tebar kurban ini juga membantu perekonomian peternak sapi dan kambing. Hewan ternak mereka terserap, sehingga menjadi sumber penghasilan yang bermanfaat,” katanya.

Lebih lanjut, LDII Kalbar juga menegaskan bahwa distribusi daging kurban tidak terbatas pada umat Islam saja, melainkan juga dapat diberikan kepada masyarakat lintas agama.

“Di masjid atau mushola yang dikelola LDII, pembagian daging kurban dipersilakan untuk warga sekitar tanpa membedakan latar belakang agama,” tegas Susanto.

Untuk mekanisme distribusi, pihaknya memilih pola door to door ke rumah warga. Cara ini dinilai lebih tertib, tepat sasaran, dan menghindari penumpukan massa.

“Mekanisme ini kami pilih agar lebih tertib, sekaligus memastikan daging kurban sampai langsung ke penerima,” pungkasnya.

Dengan peningkatan jumlah hewan kurban tersebut, LDII Kalbar berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin menguat di tengah masyarakat Kalimantan Barat.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini