Damkar Bhakti 28, Jalan 28 Oktober, Pontianak, Minggu (17/5/2026).
Perayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri unsur Forkopimda, relawan pemadam kebakaran, para donatur, hingga tokoh masyarakat dari Kota Pontianak dan sekitarnya.
Ketua Damkar Bhakti 28, Tjhin Djie Sen, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang kini memasuki usia lima tahun. Ia menegaskan keberlangsungan Damkar Bhakti 28 tidak terlepas dari dukungan para donatur yang selama ini membantu operasional serta pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur Damkar Bhakti 28 dapat terus hadir membantu masyarakat. Semua ini tentu berkat dukungan para donatur dan seluruh relawan yang selalu bekerja dengan tulus,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Kota Pontianak, khususnya Wakil Gubernur Kalbar yang hadir langsung dalam perayaan tersebut. Selain itu, penghargaan diberikan kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan sehingga berjalan lancar dan penuh semangat persaudaraan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengaku bangga dapat hadir di tengah para relawan pemadam kebakaran yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Ia turut memberikan penghargaan kepada 10 donatur tetap yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap keberlangsungan operasional Damkar Bhakti 28.
“Berdasarkan informasi Kepala BPBD Kota Pontianak, pada bulan April saja sudah terjadi 20 kejadian kebakaran. Karena itu, masalah kebakaran tidak boleh dianggap remeh. Kebakaran tidak pernah memberi tanda kapan akan terjadi. Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk gerakan kemanusiaan melalui pemadam kebakaran,” ujar Krisantus.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Damkar Bhakti 28 yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kinerja baik dalam menangani berbagai musibah kebakaran di Kota Pontianak.
Menurut Krisantus, semangat pengabdian para relawan tercermin dalam Mars Bhakti 28 dengan slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” yang menggambarkan kegigihan serta dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Semangat itu luar biasa. Relawan pemadam kebakaran hadir tanpa mengenal lelah demi membantu masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian yang sangat mulia,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Krisantus juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan demi menjaga kondusivitas di Kalimantan Barat.
“Kalimantan Barat ini miniatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semua suku ada di Kalimantan Barat. Tugas kami sebagai pemimpin adalah menjadi perekat, mempersatukan dan mengompakkan seluruh elemen masyarakat agar Kalbar tetap aman dan damai,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pihak pemadam kebakaran agar dapat menyampaikan usulan bantuan sarana dan prasarana operasional kepada pemerintah, termasuk perlengkapan keselamatan dan standar keamanan bagi petugas di lapangan.
Menurutnya, tugas pemadam kebakaran saat ini semakin luas dan tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga membantu berbagai kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat lainnya.
“Peran Damkar sekarang sudah multifungsi. Tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai kondisi kedaruratan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran merupakan tugas kemanusiaan yang sangat mulia karena selalu hadir membantu masyarakat di tengah bencana dan situasi darurat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Pontianak Sataruddin, Ketua BPBD Kota Pontianak, perwakilan camat dan Kapolsek Pontianak Utara, Ketua PSMTI Kota Pontianak, para pembina dan donatur Damkar Bhakti 28, serta relawan pemadam kebakaran dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.[SK]
