Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kalimantan Barat tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (4/5/2026). Prosesi ini menandai dimulainya rangkaian pemberangkatan jemaah menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Batam.
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat melepas calon jemaah haji.SUARANUSANTARA/SK
Pada musim haji tahun ini, Kalimantan Barat memperoleh kuota sebanyak 1.858 jemaah, terdiri dari 1.749 jemaah reguler, 93 jemaah prioritas lansia, 7 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 9 Petugas Haji Daerah.
Sebaran jemaah didominasi Kota Pontianak dengan 1.474 jemaah reguler dan 25 lansia. Disusul Singkawang sebanyak 122 jemaah reguler dan 2 lansia, serta Kabupaten Kubu Raya dengan 36 jemaah reguler dan 22 lansia.
Daerah lainnya meliputi Kabupaten Sintang (38 reguler, 10 lansia), Kabupaten Mempawah (18 reguler, 10 lansia), Kabupaten Ketapang (14 reguler, 7 lansia), serta Kabupaten Sambas (13 reguler, 5 lansia).
Sementara itu, Kabupaten Melawi (12 reguler, 2 lansia), Kabupaten Bengkayang (8 reguler), Kabupaten Landak (2 reguler), Kabupaten Sanggau (11 reguler, 3 lansia), Kabupaten Sekadau (2 reguler, 3 lansia), Kabupaten Kayong Utara (9 reguler, 3 lansia), serta Kabupaten Kapuas Hulu (1 reguler, 5 lansia).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya urusan administratif, tetapi juga menyangkut pelayanan kemanusiaan dan ibadah yang harus dilaksanakan secara optimal.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD), jumlah awal CJH Kalbar tercatat 1.861 orang yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter) BTH-14 hingga BTH-18. Setelah penyesuaian, sebanyak 1.858 jemaah dinyatakan siap diberangkatkan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 231 jemaah akan menginap di Asrama Haji Pontianak, khususnya jemaah asal luar Pontianak yang tergabung dalam Kloter 14 dan 18.
Secara rinci, Kloter BTH-14 (±444 jemaah) berasal dari Singkawang, Sambas, Sanggau, Landak, Bengkayang, dan Pontianak. Kloter BTH-15 dan BTH-16 (masing-masing ±445 jemaah) didominasi Pontianak dan Kubu Raya. Kloter BTH-17 (±444 jemaah) juga didominasi dua daerah tersebut, sementara Kloter BTH-18 (±83 jemaah) merupakan gabungan dari Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, dan Sekadau.
Gubernur juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan serta kesiapan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji.
“Saya mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, menjaga kekompakan, serta menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci,” pesannya.
Pemberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 10 Mei 2026. Jemaah akan diberangkatkan dari Pontianak menuju Batam menggunakan maskapai Lion Air, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jeddah menggunakan Saudi Arabia Airlines.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran petugas haji dalam memberikan pelayanan maksimal, khususnya bagi jemaah lanjut usia, sejalan dengan tema haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.
“Petugas harus melayani dengan sepenuh hati, penuh kesabaran, dan keikhlasan. Kehadiran mereka sangat menentukan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,” tegasnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar dan tertib.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam beribadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutup Gubernur.[SK]