Sanggau, Kalbar (Suara Kalbar) – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Daranante Kantor Bupati Sanggau, Jumat (29/5/2026).
Bupati melantik 3 kepala dinas di aula daranante kantor bupati Sanggau. SUARANUSANTARA/SK
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan kinerja birokrasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mempercepat pencapaian program pembangunan daerah.
Adapun pejabat yang dilantik dan mendapat penugasan baru yakni Libertus Toto Martono, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sanggau, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau.
Kemudian Shopiar Juliansah, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Sanggau Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau.
Sementara itu, Eduardus Evald berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia kembali mendapat perpanjangan masa jabatan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sanggau.
Dalam arahannya, Bupati Yohanes Ontot menegaskan bahwa jabatan yang diberikan bukanlah hadiah ataupun penghargaan semata, melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Terimalah jabatan itu sebagai sebuah kepercayaan, bukan hadiah, bukan pemberian yang tidak berarti. Maka harus mampu berinovasi dan bekerja sungguh-sungguh,” tegas Ontot.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari kemampuan pribadi semata, melainkan dari kemampuannya membangun kolaborasi dan menggerakkan seluruh potensi organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
“Kunci utamanya bagaimana mampu mengakomodir semua kekuatan yang ada di dalam organisasi, sehingga bisa menerobos berbagai tantangan dan menghadirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Jabatan PLT Segera Diisi Definitif
Dalam kesempatan tersebut, Ontot juga menyoroti masih banyaknya jabatan strategis di lingkungan Pemkab Sanggau yang saat ini diisi oleh pelaksana tugas (PLT). Ia menilai kondisi tersebut tidak ideal karena berpotensi mengurangi efektivitas pelaksanaan tugas akibat adanya rangkap jabatan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk segera mengisi posisi-posisi yang masih kosong melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding.
“Jabatan-jabatan yang kosong dan masih diisi PLT akan sesegera mungkin kita isi dengan pejabat definitif. Memang terlalu banyak PLT tidak terlalu efektif karena persoalan rangkap jabatan,” katanya.
Saat ini, pemerintah daerah tengah mempersiapkan seluruh tahapan administrasi yang diperlukan sebelum proses seleksi dilakukan. Bupati menargetkan pengisian jabatan tinggi pratama yang kosong dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Prosesnya cukup panjang, bukan hari ini mau besok selesai. Tapi kita berharap bulan Juni ini bisa selesai. Saya bersama Ibu Wakil Bupati akan mempercepat prosesnya,” ungkap Ontot.
Tak hanya jabatan eselon II, pengisian sejumlah posisi pada jenjang eselon III dan jabatan di bawahnya juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah guna memastikan roda organisasi berjalan optimal.
ASN Diminta Tingkatkan Kinerja dan Adaptif
Di akhir arahannya, Bupati Ontot mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sanggau agar terus meningkatkan kinerja dan mampu beradaptasi dengan dinamika yang terus berkembang.
Ia menegaskan bahwa tantangan pemerintahan saat ini menuntut birokrasi yang responsif, inovatif, dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara cepat dan tepat.
“Situasi negara ini dinamis. Karena itu ASN harus mampu menyelesaikan tugas dan menjawab berbagai kondisi yang ada dengan kerja nyata dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sanggau sekaligus mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.[SK]