Dalam kunjungannya, Karolin melihat secara langsung kondisi aspal yang amblas hingga memutus sebagian badan jalan raya. Di lokasi tersebut, area tepi jurang yang terkikis longsor telah dipasangi garis polisi oleh aparat kepolisian setempat sebagai tanda peringatan bagi warga dan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi pada awal Mei lalu memang membawa dampak cukup besar bagi wilayah Kecamatan Jelimpo. Selain banjir bandang yang merendam permukiman warga hingga mencapai satu meter, longsor juga menyebabkan akses jalan utama di Angan Tembawang terputus dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi jalan yang rusak parah itu dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat distribusi logistik dan mobilitas warga di kawasan pedesaan.
Di sela peninjauan infrastruktur pascabencana tersebut, Karolin juga mengumpulkan perangkat desa setempat untuk memberikan arahan terkait pelayanan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran desa.
“Walaupun efisiensi anggaran pemerintah desa jauh berkurang, namun pelayanan kepada masyarakat itu tidak boleh kita kurangi. Kita tetap harus optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Karolin.
Ia menegaskan, pemerintah desa tidak perlu ragu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Landak apabila terdapat fasilitas umum yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan cepat. Menurutnya, pemerintah daerah akan memprioritaskan kebutuhan yang bersifat darurat dan menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Kemudian hal-hal yang bersifat untuk kepentingan umum, jangan ragu berkoordinasi dengan Pemda walaupun kita anggarannya sangat terbatas. Tapi untuk hal-hal yang sifatnya emergency tentu akan kita prioritaskan,” jelasnya.
Karolin mengaku memahami bahwa pembangunan di tingkat desa sangat bergantung pada dana desa, terutama untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan antardusun yang menjadi kewenangan pemerintah desa.
Karena itu, ia berharap kondisi pascabencana dapat segera pulih sehingga proses pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan optimal.
“Ya, mudah-mudahan situasi ini segera berlalu karena saya sangat memahami di desa itu pembangunan sangat bergantung pada dana desa,” pungkasnya.
Di akhir kunjungannya, Bupati Karolin berharap kondisi keuangan daerah dan alokasi anggaran pada tahun mendatang dapat berangsur membaik agar perbaikan infrastruktur serta pembangunan desa di Kabupaten Landak dapat kembali berjalan maksimal.[SK]
