Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyampaikan keprihatinan atas masih maraknya situs judi online yang beredar di berbagai platform media sosial. Fenomena tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda karena dapat memberikan pengaruh negatif terhadap mental, ekonomi, hingga masa depan anak muda..jpg)
Ketua Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat, Gusti Edi. SUARANUSANTARA/SK
Ketua Umum BPM Kalbar, Gust Edi mengatakan, perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di balik kemajuan tersebut, terdapat tantangan besar apabila teknologi tidak digunakan secara bijak.
Menurutnya, keberadaan situs judi online yang mudah diakses melalui media sosial menjadi ancaman nyata bagi kalangan remaja. Terlebih, promosi yang ditampilkan sering dikemas secara menarik sehingga memancing rasa penasaran dan membuat banyak anak muda mudah terpengaruh.
“Kami sangat prihatin karena sampai sekarang masih banyak ditemukan situs judi online yang beredar di media sosial. Ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi generasi muda yang rentan terpengaruh,” ujar Gust Edi kepada Suarakalbar.co.id, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, judi online bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga dapat merusak kondisi mental dan ekonomi seseorang apabila sudah mengalami kecanduan. Tidak sedikit kasus yang menunjukkan seseorang rela menghabiskan uang demi mengejar keuntungan instan yang belum tentu didapatkan.
Selain persoalan judi online, Gust Edi juga menyoroti maraknya praktik pinjaman online ilegal yang semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, banyak warga akhirnya terlilit utang akibat tergoda kemudahan pencairan dana secara cepat tanpa memahami risiko yang akan dihadapi.
“Pinjaman online juga harus diwaspadai. Banyak masyarakat yang awalnya hanya mencoba, tetapi akhirnya kesulitan membayar dan terjerat masalah ekonomi yang berkepanjangan,” katanya.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming memperoleh uang secara instan tanpa usaha yang jelas. Sebab, pola pikir tersebut justru dapat membawa kerugian besar dalam kehidupan.
“Generasi muda jangan mudah tergiur dengan iming-iming mendapatkan uang secara instan. Kalau ingin banyak uang, perbanyak menabung dan bekerja keras. Hasil dari kerja sendiri tentu lebih mulia dan membawa keberkahan,” tegasnya.
Menurut Gust Edi, semangat bekerja keras, hidup sederhana, dan membangun kemampuan diri harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar memiliki mental kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.
Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial anak-anak agar tidak mudah terpapar konten negatif, termasuk promosi judi online maupun pinjaman online ilegal.
Selain pengawasan keluarga, peran lingkungan masyarakat juga dinilai penting dalam memberikan edukasi mengenai bahaya perjudian online yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk saling mengingatkan. Jangan sampai anak-anak muda kita kehilangan masa depan hanya karena terjerumus dalam perjudian online,” ujarnya lagi.
Gust Edi berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap situs-situs judi online yang masih bebas beredar di internet dan media sosial.
Ia juga mengajak generasi muda di Kalimantan Barat untuk lebih fokus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, usaha, dan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masa depan.
“Kami berharap generasi muda bisa menjauhi hal-hal negatif yang dilarang agama maupun norma kehidupan bermasyarakat. Gunakan masa muda untuk hal-hal yang bermanfaat dan membanggakan keluarga,” pungkasnya.[SK]