PT Dharma Inti Bersama resmi diberangkatkan ke Cina untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan.
Pelepasan peserta berlangsung di Bandara Supadio Pontianak, Kamis (14/5/2026), dan dihadiri unsur pemerintah daerah, anggota legislatif, serta jajaran manajemen perusahaan.
Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompeten guna mendukung pengembangan industri hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat, khususnya di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kabupaten Kayong Utara.
Para peserta yang diberangkatkan merupakan bagian dari 140 orang yang lolos proses seleksi ketat dan telah menyelesaikan pelatihan Bahasa Mandarin selama tiga bulan. Program pembekalan bahasa tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Universitas Tanjungpura, Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama, dan pihak perusahaan.
Dari total peserta yang berangkat, sebanyak 14 orang merupakan putra-putri asli Kayong Utara. Setelah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi keahlian, mereka direncanakan akan langsung bekerja di kawasan industri aluminium KIPP.
Perwakilan manajemen PT Dharma Inti Bersama, Rasnius Pasaribu, mengatakan program ini merupakan bentuk investasi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi.
“Teknologi yang dipelajari para peserta di Cina nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan industri tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur dan investasi, tetapi juga kesiapan tenaga kerja yang terampil serta mampu menguasai teknologi modern.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kayong Utara, A. Azahari, yang hadir mewakili Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PT Dharma Inti Bersama dan PT Harita atas kontribusinya dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat daerah.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan etos kerja selama menjalani pelatihan di Cina.
“Pemerintah daerah berharap adik-adik sekalian dapat menyerap ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta etos kerja tinggi selama di Cina. Jadikan ini kesempatan emas untuk mengembangkan potensi diri dan ikut serta membangun Kabupaten Kayong Utara,” kata Azahari.
Dukungan serupa juga disampaikan Anggota DPD RI perwakilan Kalbar, Daud Yordan, serta Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat, Yuliani.
Keduanya menegaskan pentingnya komitmen para peserta untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan masa pelatihan dan ikut membangun industri di daerah sendiri.
“Tugas utama kalian setelah menimba ilmu sedalam-dalamnya di sana adalah pulang. Bangun daerah kita sendiri, majukan industri di Kalimantan Barat,” tegas Daud Yordan di hadapan peserta dan keluarga yang turut mengantar keberangkatan.
Salah satu peserta asal Kayong Utara, Yusril Damara, lulusan Politeknik Negeri Pontianak, mengaku bangga dan bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan teknologi industri di Cina.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh nantinya dapat membantu mempercepat kemajuan industri smelter di kampung halamannya.
“Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini,” ungkapnya.
Program pengiriman peserta ODP ke Cina ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya tenaga kerja lokal Kalimantan Barat yang profesional, unggul, dan siap bersaing di sektor industri modern berbasis hilirisasi sumber daya alam.[SK]
