![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan darurat kepada korban kebakaran di Jalan Parwasal.SUARANUSANTARA/SK |
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Kamis (26/3/2026) sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi para korban.
Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari kasur, selimut, peralatan memasak, makanan siap saji hingga dokumen kependudukan bagi warga yang kehilangan berkas penting akibat kebakaran.
Edi mengungkapkan, berdasarkan informasi dari masyarakat dan pihak kepolisian, sebagian besar kasus kebakaran di Pontianak diduga dipicu oleh korsleting listrik.
“Indikasi sementara, banyak kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Karena itu kami minta masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk melibatkan pihak berkompeten seperti PLN atau instalatir listrik guna memastikan kondisi meteran, daya listrik hingga MCB tetap aman dan layak pakai.
Menurutnya, struktur bangunan di Pontianak yang masih banyak menggunakan material kayu serta kondisi cuaca kering membuat api sangat cepat membesar.
“Api cepat sekali membesar. Walaupun lebih dari 45 unit pemadam dikerahkan, termasuk dari swasta, sering kali kalah cepat dengan besarnya api,” jelasnya.
Meski saat kejadian kondisi air sungai tengah pasang sehingga sumber air tersedia, kobaran api tetap sulit dikendalikan.
Pemerintah Kota Pontianak pun kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa.
Salah satu korban, Wakil (44), mengaku sangat terpukul. Bengkel motor miliknya yang juga menjadi tempat tinggal hangus dilalap api.
“Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan bisa membantu kami. Kami sangat berharap dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Ia menuturkan, usaha bengkel tersebut baru dirintis sekitar enam bulan dan masih berstatus sewa. Namun kini seluruh peralatan kerja hingga kendaraan pelanggan habis terbakar.
“Ada sekitar empat motor milik pelanggan yang sedang diservis, semuanya ikut terbakar,” ungkapnya.
Saat kejadian, ia hanya sempat menyelamatkan satu unit motor sebelum api semakin membesar.
“Saya sempat selamatkan satu motor, setelah itu sudah tidak bisa lagi,” katanya.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta hingga Rp200 juta. Kini, ia bersama keluarga terpaksa tinggal sementara di sekitar lokasi kejadian.
Meski mengalami kerugian besar, Wakil bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.
“Alhamdulillah keluarga saya semua aman. Tapi ini satu-satunya sumber penghidupan saya,” ucapnya.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak agar dirinya bisa bangkit kembali dari musibah tersebut.
“Harapannya ada bantuan supaya kami bisa memulai lagi. Saat ini saya hanya bekerja serabutan,” pungkasnya.[SK]
.jpg)