![]() |
| Kondisi Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, yang terendam banjir.SUARANUSANTARA/SK |
Iwan, salah seorang warga setempat, mengatakan bahwa sejak pagi hingga siang hari, air belum juga menunjukkan tanda-tanda surut.
“Kalau di kampung kami dari pagi sampai siang ini masih terendam dan belum surut. Tinggi air tergantung rumah masing-masing, semakin rendah rumah, semakin tinggi airnya,” ujarnya.
Sedikitnya sekitar 200 rumah warga dilaporkan terendam banjir. Menurut Iwan, kondisi ini bukan hal baru bagi masyarakat Desa Sungai Bening. Banjir seperti ini kerap terjadi setiap musim hujan, terutama menjelang akhir tahun.
“Curah hujan yang tinggi dan terus menerus selama dua hari terakhir menyebabkan air sungai meluap hingga ke pemukiman,” jelasnya.
Meski sebagian warga sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan, kondisi tetap mengganggu aktivitas harian. Anak-anak bahkan terlihat bermain dan berenang di genangan air yang merendam halaman rumah. Namun, banjir tetap memberikan dampak signifikan bagi warga.
“Akses jalan kampung terendam seluruhnya, membuat warga kesulitan beraktivitas. Anak-anak sekolah pun terpaksa diliburkan karena tidak dapat berangkat ke sekolah,” tambah Iwan.
Selain melumpuhkan jalur transportasi, banjir juga menghambat warga untuk bekerja, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada aktivitas di luar rumah.
Iwan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih dan menyiapkan bantuan apabila banjir tidak kunjung surut dalam beberapa hari ke depan.
“Kalau banjir ini belum surut, kami berharap ada bantuan dari pemerintah karena kami tidak bisa bekerja,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penanganan dari pemerintah daerah. Warga berharap upaya bantuan segera dilakukan demi meringankan beban masyarakat terdampak.[SK]
