Mengusung tema “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan PWRI dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian panjang para anggota PWRI yang disebutnya sebagai tokoh dan sesepuh bangsa.
“Bapak Ibu adalah perwakilan tokoh, sesepuh, dan orang tua yang telah membaktikan dirinya kepada bangsa dan negara. Terima kasih atas semangat luar biasa PWRI se-Kalbar,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa PWRI memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, mengingat organisasi ini dihuni para purna ASN berpengalaman yang memahami birokrasi dan nilai kebangsaan. Ia mengingatkan agar PWRI tetap netral dan tidak terpecah oleh dinamika politik.
Salah satu perhatian Gubernur tertuju pada kebutuhan kantor tetap bagi PWRI Kalbar. Ia berkomitmen mencarikan lokasi representatif tahun 2026.
“Nanti Pak Munir, kita sama-sama mencarikan kantornya. Kalau ada hal-hal yang kurang enak dilihat atau didengar, datang saja, beri saya masukan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga meminta Bupati Ketapang dan Bupati Kayong Utara memberikan dukungan penuh kepada PWRI di daerah masing-masing. Ia menegaskan Pemprov Kalbar terus memperkuat program pemberdayaan lansia, termasuk melalui program Lansia Sehat, Lansia Berdaya.
Sebagai tuan rumah, Bupati Ketapang sekaligus Pembina PWRI Ketapang, Alexander Wilyo, menyatakan komitmennya mendukung PWRI secara penuh.
“Saya anggap Bapak Ibu semua adalah orang tua dan senior saya. Saya bangga melihat semangat PWRI yang tetap sehat, kuat, dan ceria meskipun menempuh perjalanan jauh,” ujarnya.
Alex juga menyampaikan rasa hormatnya kepada para mantan pejabat eselon serta Wakil Bupati Ketapang dan Wakil Bupati Mempawah yang kini menjadi bagian PWRI. Ia memastikan Pemkab Ketapang mendukung segala kebutuhan PWRI sesuai kemampuan daerah.
“Kami satu arah dan satu perjuangan. Saya pasti akan mendukung apa pun yang menjadi harapan dan kebutuhan PWRI,” tegasnya.
Dalam penutup sambutannya, Alex mengajak seluruh anggota PWRI untuk bersatu dan mendukung kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dalam pembangunan Kalimantan Barat.
Ketua PWRI Kalbar, H. Munir, menegaskan bahwa meski usia anggota PWRI telah lanjut, semangat pengabdian tetap terjaga.
Ia mengutip filosofi dalam Panca Upaya PWRI yang menekankan pengabdian kepada negara hingga akhir hayat. Dengan gaya tutur khasnya, Munir menggambarkan para anggota PWRI sebagai “kitab suci” yang harus dihormati.
“Orang tua ini seperti kitab suci. Mungkin sudah tak terbaca, tapi tak boleh dilangkahi,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Munir juga menegaskan sikap politik PWRI yang tetap setia kepada NKRI dan mendukung kepala daerah yang menjalankan amanah dengan benar.
“Kita siap mendukung siapa saja yang menjadi Gubernur atau Bupati, sepanjang mereka menjalankan kekuasaannya dengan benar. Kalau sombong, kalau berbohong, tidak kita dukung,” tegasnya.
Ia berharap seluruh kepala daerah membuka pintu bagi PWRI untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.
Perayaan HUT ke-63 PWRI di Ketapang bukan hanya menjadi ajang silaturahmi para purna ASN, tetapi juga momentum memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga nilai kebangsaan, persatuan, dan kesejahteraan lansia menuju Indonesia Emas 2045.[SK]
