Mahasiswa Untan Rahmah Sarita Raih Juara Pertama MI180s Season 2 Lewat Gagasan Penyelamatan Gambut

Sebarkan:

 

11 finalis MI180s Season 2 yang digelar Kedai Perancis UNTAN di Theater 2, Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak, Jumat (16/10/2026).
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Gagasan mengakhiri kebakaran lahan gambut mengantarkan Rahmah Sarita, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan), meraih juara pertama dalam kompetisi Mon Idée en 180 Secondes (MI180s) Season 2.

Rahmah berhasil memikat dewan juri melalui gagasannya berjudul Mettre fin à la tyrannie du feu sur la tourbe, yang berarti “Mengakhiri Tirani Api atas Gambut”. Presentasi tersebut disampaikan dalam malam final MI180s Season 2 yang diselenggarakan Kedai Perancis Untan di Theater 2, Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Kompetisi ini diikuti 11 finalis dari Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah, SMA Negeri 7 Pontianak, dan SMA Negeri 4 Pontianak. Setiap peserta ditantang menyampaikan gagasan atau ide dalam bahasa Prancis selama 180 detik atau tiga menit.

Dalam presentasinya, Rahmah mengangkat persoalan kebakaran lahan gambut di Indonesia yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Ia menyoroti pentingnya kepedulian bersama dan langkah nyata untuk menghadapi persoalan tersebut.

“Dengan sisa abu yang berserakan, saya menemukan sebuah gagasan berjudul ‘Mettre fin à la tyrannie du feu sur la tourbe’, mengakhiri tirani api atas gambut,” demikian penggalan materi presentasi Rahmah.

Gagasan Teknologi Digital dan Potensi Tanaman Lokal Raih Juara

Juara kedua diraih Uray Adry Noviar dari SMA Negeri 4 Pontianak melalui gagasan Identification de Marque en Un Clic atau One-Tap Brand Tagging.

Adry menawarkan gagasan untuk menghadapi persoalan yang disebutnya sebagai “amnesia digital”. Keikutsertaannya dalam MI180s Season 2 menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus kembali memperkenalkan gagasan yang sebelumnya membawanya meraih juara ketiga pada kompetisi 2025.

“Setelah meraih Juara 3 di MI180s tahun lalu, saya ingin menambah pengalaman lagi dan kembali membawa gagasan Identification de Marque en Un Clic sebagai solusi nyata melawan amnesia digital,” ungkapnya.

Sementara itu, juara ketiga diraih Yuwi Listya, mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran Untan, melalui gagasan bertajuk Di Balik Lemak Hijau Borneo: Menelusuri Potensi Antiinflamasi Tengkawang.

Dalam presentasinya, Yuwi mengangkat potensi tanaman tengkawang, salah satu kekayaan alam Kalimantan Barat, sebagai kandidat bahan antiinflamasi. Ia ingin menunjukkan bahwa sumber daya alam lokal berpeluang dikembangkan untuk mendukung penelitian dan inovasi di bidang kesehatan.

“Saya percaya bahwa kekayaan alam di sekitar kita dapat menjadi sumber berbagai solusi. Melalui MI180, saya ingin mengangkat tanaman tengkawang, salah satu kekayaan Kalimantan Barat, dan menyuarakan potensinya sebagai kandidat antiinflamasi,” ujarnya.

Wadah Komunikasi Sains dalam Bahasa Prancis

Direktur Kedai Perancis Universitas Tanjungpura, Dr. Apt. Hariyanto IH, M.Si., menjelaskan bahwa MI180s diselenggarakan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sains di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Menurutnya, kompetisi tersebut diadaptasi dari Ma thèse en 180 secondes, format kompetisi akademik asal Prancis yang menantang peserta mempresentasikan gagasan atau penelitian secara singkat, jelas, dan menarik dalam waktu tiga menit.

Melalui format tersebut, peserta dituntut tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mengomunikasikannya secara efektif menggunakan bahasa Prancis dengan waktu yang terbatas.

MI180s Season 2 merupakan penyelenggaraan kedua oleh Kedai Perancis Untan setelah pertama kali digelar pada Oktober 2025. Kegiatan ini membuka ruang bagi pelajar sekolah menengah dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara terstruktur.

Sebelum tampil di hadapan dewan juri, para finalis juga mengikuti sesi pembinaan bahasa Prancis yang difasilitasi Kedai Perancis Untan. Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa dan keterampilan peserta dalam menyampaikan gagasan.

Penilaian kompetisi dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Mitra Wulandari, M.Pd., Peri Rakhmadi, S.Pd., M.MSH., dan Dr. Dwiria Wahyuni, S.Si., M.Sc.

Ketua panitia MI180s Season 2, Dhea Prilla Istilov, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Untan, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda agar mampu menyederhanakan gagasan ilmiah tanpa menghilangkan esensi keilmuannya.

Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, kompetisi ini diharapkan dapat membangun kepercayaan diri, kreativitas, dan keterampilan berbicara di depan publik.

Dhea menambahkan, MI180s juga menjadi bagian dari upaya Kedai Perancis Untan dalam memperkuat hubungan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan antara Indonesia dan Prancis.

Melalui MI180s Season 2, berbagai gagasan mengenai lingkungan, teknologi digital, dan potensi tanaman lokal mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada publik.

Kompetisi ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan di sekitar masyarakat dapat menjadi sumber gagasan inovatif yang disampaikan secara ringkas, menarik, dan lintas bahasa. [SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini