Festival Nungkah Budaye – Kaseh Sekampong Digelar di Mempawah, Angkat Seni dan Tradisi Lokal

Sebarkan:

 

“Nungkah Budaye – Kaseh Sekampong” yang digelar di Lapangan Sepakbola Gang Sejati, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Sabtu (24/10/2026) pukul 19.30 WIB.
Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Festival “Nungkah Budaye – Kaseh Sekampong” akan digelar di Lapangan Sepak Bola Gang Sejati, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (24/10/2026) mulai pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan seni tradisional, kuliner khas daerah, hingga pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Festival yang diselenggarakan Kelompok Nungkah dan Kopan Mempawah tersebut bertujuan melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Sastra Jendra Hayuningrat, mengatakan festival ini dirancang sebagai ruang bersama untuk merawat, mengembangkan, dan mewariskan kebudayaan Mempawah kepada generasi mendatang.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, seniman, komunitas, pemerintah, akademisi, lembaga pendidikan, dan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal,” ujarnya, Kamis (22/10/2026) malam.

Ia menambahkan, festival tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali tradisi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan mereka sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Persiapan Festival Melibatkan Masyarakat

Menjelang pelaksanaan, panitia bersama masyarakat, perangkat Desa Kuala Secapah, dan sejumlah pihak terkait bergotong royong mempersiapkan lokasi kegiatan.

Sastra menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa Kuala Secapah dalam persiapan festival tersebut.

Dukungan dan partisipasi warga diharapkan dapat menjadikan kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah pelestarian budaya yang tumbuh dari kebersamaan masyarakat.

Hadirkan Tari Tradisional hingga Atraksi Kuliner

Rangkaian acara dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB dengan penampilan Srakalan, dilanjutkan seremoni pembukaan dan berbagai pertunjukan seni serta tradisi lokal.

Sejumlah penampilan yang dijadwalkan antara lain Tari Nungkah Budaye oleh Sanggar Patih Gumantar, pembacaan pantun oleh Kopan Mempawah bersama penongkol Cek Zoul, serta penampilan “Kaseh Sekampong” oleh Gatot Plastick.

Acara juga akan menampilkan syair dan biola yang dibawakan Darmayani, S.Pd., Yansah, S.Pd., dan Igbal, S.Pd.Gr., serta pertunjukan Tundang oleh guru-guru FTBI.

Selain pertunjukan seni, pengunjung dapat menyaksikan atraksi Nyuik Kelapa oleh warga dan mengikuti sesi “Nyejukkan Hati” berupa penyampaian nasihat oleh tiga ulama.

Festival ini juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dari PMI Mempawah sebagai bagian dari kegiatan sosial bagi masyarakat.

Kuliner Khas Mempawah Turut Meramaikan Festival

Selain seni dan tradisi, festival akan menyajikan beragam kuliner khas yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.

Sejumlah hidangan yang akan diperkenalkan kepada pengunjung antara lain ubi betumis, cucur, kopi masak tungku, bontong belack, nasi dagang, jajanan pasar, dan aek serbat.

Perpaduan pertunjukan seni, tradisi, kuliner, dan pelayanan sosial tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi bagi berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan.

Melalui Festival “Nungkah Budaye – Kaseh Sekampong”, panitia mengajak masyarakat Mempawah dan sekitarnya untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Pelestarian budaya, menurut panitia, bukan hanya mempertahankan peninggalan masa lalu, tetapi juga memastikan tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang. [SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini