Wagub Kalbar Dorong Kemandirian Peternakan dan Investasi Daerah, Buka Raker BP-ABI dan Sosialisasi IP4KB

Sebarkan:

– Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan secara resmi membuka Rapat Kerja Badan Pengelola Aset Bisnis dan Investasi (BP-ABI) serta Sosialisasi Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB) bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat di Aula Universitas Panca Bhakti Pontianak, Rabu (15/7/2026). SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Badan Pengelola Aset Bisnis dan Investasi (BP-ABI) serta Sosialisasi Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB) bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat di Aula Universitas Panca Bhakti Pontianak, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas pengembangan sektor peternakan, tata niaga hasil ternak, sinkronisasi kebijakan investasi, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis pangan di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Krisantus mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kalimantan Barat masih bergantung pada pasokan ternak dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk komoditas babi, sapi maupun kambing. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar daerah mampu mencapai kemandirian pangan di sektor peternakan.

Kita harus mampu memperkuat produksi ternak daerah agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari Kalimantan Barat sendiri. Hal ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia menilai pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembinaan peternak, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, kemudahan akses permodalan, serta penguatan sistem distribusi dan pemasaran yang terintegrasi.

Karena itu, Krisantus meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyusun strategi yang komprehensif agar sektor peternakan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Kita harus menyiapkan sistem yang baik mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran. Dengan begitu, peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang berkualitas,” ujarnya.

Selain penguatan produksi, Wakil Gubernur juga mendorong kerja sama antardaerah dalam distribusi dan perdagangan ternak. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung seperti karantina hewan menjadi kebutuhan penting untuk menjamin kesehatan ternak sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus turut menyoroti potensi besar Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah yang kini telah beroperasi sebagai pelabuhan internasional. Ia optimistis keberadaan pelabuhan tersebut dapat menjadi pintu ekspor berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat, termasuk produk peternakan dan pangan lokal.

Menurutnya, peningkatan konektivitas logistik akan menjadi faktor penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas serta memperkuat posisi Kalimantan Barat dalam rantai perdagangan nasional maupun internasional.

Tak hanya sektor peternakan, Krisantus juga mengingatkan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik dan penguatan pengawasan terhadap berbagai aktivitas usaha yang memanfaatkan kekayaan daerah.

Di bidang ketenagakerjaan, ia mengajak dunia usaha untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Menurutnya, sumber daya manusia Kalimantan Barat memiliki potensi dan kompetensi yang mampu mendukung kebutuhan pembangunan daerah jika diberikan ruang yang memadai.

Menutup sambutannya, Krisantus berharap Rapat Kerja BP-ABI dan Sosialisasi IP4KB dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif guna mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam memperkuat sektor peternakan, investasi, dan ketahanan pangan.

Kami berharap hasil rapat kerja ini dapat disinergikan dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sehingga menjadi langkah bersama dalam membangun sektor peternakan yang lebih maju, mandiri, berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat secara resmi membuka Rapat Kerja BP-ABI dan Sosialisasi IP4KB bersama Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan sektor peternakan yang tangguh serta ekonomi daerah yang semakin maju dan berdaya saing.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini