Ajakan tersebut disampaikan Harisson saat membuka Rapat Koordinasi Pembentukan Desa Migran Emas dan Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (16/7/2026).
Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa desa bukan hanya sekadar wilayah administratif, melainkan ruang kehidupan tempat masyarakat membangun harapan, meningkatkan kesejahteraan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, kekuatan pembangunan daerah berawal dari desa yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat, memberdayakan keluarga, serta memiliki kemampuan menghadapi berbagai persoalan sosial maupun bencana.
“Marilah kita jadikan desa-desa di Kalimantan Barat sebagai ruang yang memberikan perlindungan, menghadirkan kesejahteraan, serta membangun ketangguhan masyarakat untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujar Harisson.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Menurutnya, diperlukan peta jalan yang jelas, terukur, dan berkelanjutan dalam pelaksanaan program Desa Migran Emas maupun Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana.
Harisson menjelaskan, Program Desa Migran Emas yang memiliki konsep Edukasi, Maju, Aman, dan Sejahtera merupakan langkah strategis pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar daerah maupun luar negeri.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi yang benar, memahami prosedur kerja secara legal, serta memiliki keterampilan yang cukup sebelum menjadi pekerja migran.
“Program Desa Migran Emas bertujuan memastikan masyarakat memiliki informasi yang benar, memahami prosedur yang legal, dan memiliki keterampilan yang memadai sebelum bekerja di luar daerah maupun luar negeri. Harapan kita, para pekerja migran tidak hanya menjadi pencari nafkah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan modal sosial untuk membangun desa serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” jelasnya.
Menurut Harisson, pekerja migran memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan apabila dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Pengalaman yang diperoleh selama bekerja di luar daerah maupun luar negeri diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga serta masyarakat desa.
Selain penguatan Desa Migran Emas, Harisson juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam membangun masyarakat yang kuat.
Ia mengatakan, keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh akan menjadi dasar terbentuknya lingkungan masyarakat yang mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman bencana.
Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, instansi terkait, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana.
“Ketangguhan masyarakat harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Dengan keluarga yang kuat, maka desa dan daerah juga akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Medya Yanuar Abdullah, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendukung pembentukan Desa Migran Emas sekaligus memperkuat pelaksanaan GKSTTB.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, hingga pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan agar program dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun langkah-langkah koordinasi dalam pembentukan Desa Migran Emas di Kalimantan Barat sekaligus memperkuat sinergi pelaksanaan Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana,” pungkas Medya.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap desa-desa di daerah ini dapat semakin mandiri, memiliki daya tahan sosial yang kuat, serta mampu menjadi pusat pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.[SK]
