Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah, Perkuat Layanan Kebersihan Kota

Sebarkan:

Suasana di Tempat Pembuangan Akhir Batu Layang. SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat sistem pengelolaan persampahan melalui penambahan armada pengangkut sampah dan rehabilitasi kontainer yang mengalami kerusakan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

Pada tahun 2026, Pemkot Pontianak mengadakan dua unit dump truck pengangkut sampah serta 20 unit kontainer sampah baru. Selain itu, sebanyak enam kontainer yang mengalami kerusakan juga direhabilitasi guna mendukung optimalisasi pelayanan persampahan di berbagai wilayah Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pengelolaan sampah merupakan salah satu tanggung jawab utama pemerintah kota dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan selama ini turut berkontribusi terhadap keberhasilan Kota Pontianak meraih penghargaan Adipura.

“Masalah sampah ini menjadi konsen kami. Kami berusaha untuk menjaga Kota Pontianak bersih, dan itu sudah dilakukan,” ujar Edi, Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, Edi mengakui masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan perhatian lebih, terutama di kawasan pasar yang memiliki aktivitas tinggi dan volume sampah yang cukup besar setiap harinya.

Menanggapi beredarnya foto kontainer sampah yang tampak rusak di media sosial, Edi menjelaskan bahwa kontainer tersebut sebenarnya sedang dalam proses pengangkutan menuju bengkel milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak di Jalan Kebangkitan Nasional untuk diperbaiki.

“Yang kemarin sempat terfoto itu adalah kontainer yang rusak, yang sedang dibawa menuju ke bengkel LH untuk diperbaiki,” jelasnya.

Ia menerangkan, kontainer sampah memiliki tingkat kerusakan yang cukup tinggi karena setiap hari digunakan untuk mengangkut berbagai jenis sampah yang mengandung kadar asam tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan material kontainer lebih cepat mengalami korosi atau karat.

“Kontainer ini membawa sampah yang kadar asamnya tinggi. Jadi tingkat korosifnya cepat, bahkan lebih dari dua tahun saja sudah bisa berkarat dan memerlukan perbaikan supaya tidak keropos,” katanya.

Menurut Edi, meskipun kontainer rutin dicuci dan disemprot menggunakan air tawar setelah digunakan, sisa-sisa sampah yang menempel tetap berpotensi mempercepat proses korosi. Oleh karena itu, perawatan dan rehabilitasi secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas fasilitas tersebut.

Saat ini, Pemerintah Kota Pontianak memiliki sekitar 109 unit kontainer sampah yang tersebar di berbagai titik pelayanan. Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap guna mengimbangi kebutuhan pelayanan persampahan yang semakin meningkat.

“Kita ada 109 kontainer dan akan terus tambah. Saya berkomitmen menjadikan kontainer bersih, jadi tidak ada alasan rusak,” tegasnya.

Edi menambahkan, pembenahan armada dan fasilitas persampahan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta mematuhi jadwal pembuangan sampah yang berlaku.

“Saya berkomitmen untuk menjadikan Pontianak bersih, dan ini memang salah satu fokus kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan sampah melalui peningkatan kinerja serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“DLH Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah agar lebih optimal. Komitmen ini kami wujudkan melalui peningkatan kinerja serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” ungkapnya.

Usmulyono juga mengapresiasi dukungan penuh Wali Kota Pontianak terhadap sektor lingkungan hidup. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengalokasian anggaran untuk pengadaan armada pengangkut sampah, penambahan kontainer, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Ia menjelaskan, keseriusan Pemkot Pontianak dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah juga terlihat dari langkah cepat menindaklanjuti sanksi administratif yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Pontianak menutup TPA lama yang masih menggunakan sistem open dumping dan membangun TPA baru dengan sistem sanitary landfill yang lebih modern serta ramah lingkungan.

Transformasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan di masa mendatang.

Meski berbagai fasilitas terus ditingkatkan, Usmulyono menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dicapai tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, DLH Kota Pontianak mengimbau warga untuk membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah disediakan serta mematuhi jadwal pembuangan sampah mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Pontianak yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni. Dengan disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Dengan penambahan armada baru, rehabilitasi kontainer, serta pembenahan sistem pengelolaan sampah yang terus dilakukan, Pemerintah Kota Pontianak optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan kebersihan sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Pontianak sebagai kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini