Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak masyarakat Hakka untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas, warisan leluhur, sekaligus kekuatan dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin berkembang. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan semangat persatuan dan toleransi guna mendukung terwujudnya Kalimantan Barat yang aman, harmonis, dan semakin maju..jpeg)
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Hakka Kalimantan Barat di Rumah Hakka “Tulou” Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (12/7/2026). SUARANUSANTARA/SK
Ajakan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Hakka Kalimantan Barat yang digelar di Rumah Hakka “Tulou” Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (12/7/2026).
Dalam sambutannya, Krisantus memberikan apresiasi kepada masyarakat Tionghoa, khususnya komunitas Hakka di Kalimantan Barat, yang dinilainya konsisten menjaga serta mengembangkan warisan budaya melalui berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan. Ia menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi penting yang menjaga eksistensi suatu bangsa maupun kelompok masyarakat di tengah perubahan zaman.
“Masyarakat yang terus melestarikan budayanya adalah masyarakat yang tidak akan punah ditelan masa. Budaya adalah kekuatan kita, budaya adalah jati diri kita,” ujarnya.
Menurut Krisantus, derasnya arus modernisasi dan globalisasi menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan budaya lokal. Karena itu, generasi muda Hakka perlu terus didorong untuk mengenal, mencintai, dan mewariskan nilai-nilai budaya leluhur kepada generasi berikutnya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia menilai kemajuan suatu daerah tidak boleh menghilangkan identitas budaya yang menjadi ciri khas masyarakatnya. Justru keberagaman budaya yang terjaga akan menjadi kekuatan sekaligus daya tarik tersendiri bagi Kalimantan Barat.
“Kemajuan sebuah daerah tidak boleh menghilangkan jati diri masyarakatnya. Justru dengan budaya yang tetap lestari, kita memiliki karakter yang membedakan Kalimantan Barat dengan daerah lain,” katanya.
Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Krisantus juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga keamanan, kerukunan, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Ia mengingatkan bahwa Kalimantan Barat merupakan rumah bersama bagi 24 suku yang hidup berdampingan dan harus terus dijaga melalui semangat persaudaraan serta saling menghormati.
Menurutnya, pemerintah akan bersikap tegas terhadap siapa pun yang berupaya mengganggu ketenteraman masyarakat maupun merusak harmoni yang selama ini terjaga.
“Mengenai masalah keamanan, jangan khawatir. Saya berkomitmen tidak mentolerir kelompok ataupun organisasi mana pun yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Kalimantan Barat harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi toleransi,” tegasnya.
Krisantus juga menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing selama memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sikap saling menghormati demi memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus turut mendorong masyarakat Hakka agar mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia menilai semangat kewirausahaan yang selama ini melekat pada masyarakat Hakka merupakan modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan peluang investasi yang terbuka luas, masyarakat diharapkan mampu menjadi pelaku utama pembangunan melalui usaha yang legal, inovatif, dan berkelanjutan.
“Saya ingin masyarakat Tionghoa tidak menjadi penonton di Kalbar, tetapi menjadi pemain utama. Potensi Kalimantan Barat sangat besar. Mari kita manfaatkan peluang tersebut dengan semangat kerja keras, inovasi, dan tetap mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus memberikan pembinaan, edukasi, serta kemudahan dalam proses perizinan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara sehat dan berkelanjutan.
Mengakhiri sambutannya, Krisantus berharap peringatan HUT ke-12 Hakka Kalimantan Barat menjadi momentum untuk semakin mempererat persaudaraan, memperkokoh pelestarian budaya, serta meningkatkan kontribusi masyarakat Hakka dalam mendukung pembangunan daerah.
“Semoga Hakka Kalimantan Barat semakin maju, semakin solid, dan terus menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman, memperkuat persatuan, serta mendorong kemajuan Kalimantan Barat,” harapnya.
Peringatan HUT ke-12 Hakka Kalimantan Barat berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, jajaran pengurus Hakka Kalimantan Barat, serta ratusan warga yang memadati Rumah Hakka “Tulou” Kalimantan Barat.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga harmoni, toleransi, serta keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan utama Kalimantan Barat.[SK]