Melawi, kalbar (Suara Nusantara) – Di tengah derasnya arus informasi digital yang tersebar melalui media sosial dan aplikasi perpesanan, jajaran Kepolisian Resor Melawi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima, menyikapi, dan menyebarkan informasi.
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon. SUARAANUSANTARA/SK
Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Ops melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Melawi, sebagai upaya mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat merugikan masyarakat.
Kapolres menegaskan pentingnya verifikasi sebelum membagikan suatu informasi kepada orang lain.
“Jangan mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. Lakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap sumber, isi, dan kebenaran informasi melalui sumber resmi dan terpercaya,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia menekankan, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, memicu kesalahpahaman, hingga berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan dan bahkan mengganggu stabilitas kamtibmas,” tambahnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip “Saring Sebelum Sharing” dalam setiap aktivitas di ruang digital. Setiap informasi yang diterima sebaiknya ditelusuri terlebih dahulu dengan membandingkan sumber-sumber resmi sebelum disebarluaskan.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh judul sensasional, pesan berantai, maupun informasi yang tidak mencantumkan sumber yang jelas.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas asal-usulnya. Pastikan kebenarannya sebelum dibagikan,” tegasnya.
Melalui imbauan ini, Polres Melawi berharap masyarakat dapat menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi cepatnya arus informasi.
“Mari bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar, agar tercipta situasi yang aman, kondusif, dan terhindar dari hoaks serta disinformasi,” pungkasnya.[SK]